Home Ekonomi Bisnis Perjalanan Hidup Silvio Berlusconi, Raja Media Italia yang Memiliki Harta Rp100 Triliun

Perjalanan Hidup Silvio Berlusconi, Raja Media Italia yang Memiliki Harta Rp100 Triliun

21
Perjalanan Hidup Silvio Berlusconi, Raja Media Italia yang Memiliki Harta Rp100 Triliun

Perjalanan Hidup Silvio Berlusconi, Raja Media Italia yang Memiliki Harta Rp100 Triliun. (FOTO: Twitter/MarthaLeah Nangalama)

 

Kamis 30 Jan 2020 07:07 WIB

Berlusconi bahkan menjadi perdana menteri dengan jabatan terlama di Italia.

Menjadi tokoh besar Italia bukanlah perjalanan yang mudah bagi Silvio Berlusconi. Ia dikenal sebagai politisi ulung dari Negeri Pizza. Berlusconi bahkan menjadi perdana menteri dengan jabatan terlama di Italia. Tak cuma sebagai politisi, ia juga besar sebagai seorang pengusaha media.

Pria kelahiran tahun 1936 di Milan, Italia ini terlahir dari keluarga kelas menengah, ayahnya adalah seorang karyawan bank dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Meski demikian, Berlusconi sudah memahami soal bisnis sejak kecil.

Seperti saat ia masih di sekolah dasar, ia bahkan menawarkan diri untuk mengerjakan PR teman-temannya dengan bayaran seperti memberikan makanan ringan setiap hari. Lalu pada saat Berlusconi duduk di sekolah menengah, ia makin lihai dalam menawarkan dirinya seperti pada keterampilan dalam bermusik, Berlusconi lihai memainkan double bass dan bernyanyi.

Kala itu, ia sempat bermain dalam band dengan sahabat karibnya, Fedele Confalonieri. Bahkan, keduanya menandatangani kontrak untuk manggung rutin di kapal pesiar.

Waktu pun terus berlalu hingga akhirnya ia lulus dari Universitas Negeri Milan di tahun 1961. Dia mendapatkan gelar sarjana dalam bidang pemasaran.

Pada tahun 1962, Berlusconi sudah menjadi pengusaha properti dengan modal usaha dari ayahnya. Ia pun membangun perusahaan real estate bernama Edilnord.

Dinasti bisnis media Berlusconi pun bermula ketika ia memperoleh hamparan luas tanah pertanian kosong dekat bandara utama Milan dengan harga terjangkau. Lahan itu semula adalah pendaratan pesawat terbang, namun pendaratannya diubah sehingga tidak digunakan lagi.

Tanah yang murah itu pun disulap dengan memulai pembangunan kota baru Milan Due pada akhir tahun 1960-an. Kota ini pun berhasil hidup dan menjadikan keberhasilan pertama Berlusconi sebagai pengusaha.

Di jantung Milano Due inilah Berlusconi memulai bisnis medianya. Ia membangun studio televisi pertamanya di Milano Due sekitar tahun 1970-an. Berlusconi membangun dinastinya di tengah politisasi media yang terjadi di Italia. Saat itu televisi jaringan nasional dimonopoli para partai politik. Bahkan praktiknya pun didukung pemerintah.

Karena itulah Berlusconi berani ikut mencoba dominasi partai politik di media. Berlusconi dan rekan-rekan bisnisnya mendirikan stasiun penyiaran TV nasional menandingi televisi yang dikuasai partai politik.

Dan sahabatnya, Confalonieri adalah salah satu orang yang membantu Berlusconi mendirikan studio TV pertamanya yang dibangun dari awal di Milan. Dia pun ditunjuk untuk mengurus kepentingan finansial Berlusconi. Confalonieri diberikan jabatan sebagai presiden korporasi media besutan Berlusconi, Mediaset SpA.

Lewat stasiun televisinya itu, Berlusconi menyulap politik menjadi lebih personal dan menghibur. Bahkan ia membuat acara bincang-bincang politik dengan menghibur yakni dengan orang-orang saling berteriak dan sesekali melemparkan gelas air. Bahkan, ia sempat mengimpor beragam acara televisi yang laku di luar negeri, salah satunya Baywatch yang banyak ditonton di Amerika Serikat.

Sejak itulah Berlusconi menjadi tokoh industri media di Italia. Ia bahkan berhasil menguasai media-media milik pemerintah, adapun salah satu yang paling penting adalah Canale 5 serta surat kabar dan majalah pun ikut diakuisisi olehnya.

Berlusconi pun saat ini memiliki holding media bernama Mediaset yang terdiri atas tiga saluran televisi nasional, yang menguasai setengah jumlah penonton nasional. Ia juga menguasai Publitalia, perusahaan periklanan dan publisitas terkemuka Italia.

Tak hanya itu, Berlusconi juga memiliki Mondadori yang merupakan penerbit terbesar Italia. Mondadori juga menerbitkan Panorama, sebuah majalah berita. Berlusconi juga sempat menjadi presiden klub sepak bola legendaris Italia, AC Milan. Dan ia memimpin AC Milan sejak 1984 dan berakhir pada 2004. Ia mengundurkan diri atas terkendala kasus hukum.

Hingga kini kekayaan Berlusconi mencapai US$ 7,2 miliar atau Rp100,8 triliun. Tercatat Forbes 2019, Berlusconi menduduki peringkat 257. Ia juga menjadi orang paling berkuasa ke 21 di tahun 2011 dari daftar Forbes.

 

Sumber : republika.co.id