Home Uwang Awak Polda dan Akademisi Riau Dukung Kedamaian Papua

Polda dan Akademisi Riau Dukung Kedamaian Papua

17
Polda dan Akademisi Riau Dukung Kedamaian Papua

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto foto bersama akademisi

 

Rabu, 04 September 2019 - 17:40 WIB   [104 Klik]

 

KORANMX.COM, PEKANBARU--Konflik yang terjadi di Papua saat ini menjadi perhatian publik. Termasuk dari kalangan mahasiswa dan akademisi. 

Dr Kasmanto Rinaldi SH MSi selaku Kriminolog Universitas Islam Riau mengatakan, konflik Papua sebaiknya mengedepankan langkah-langkah Persuasif. 

Menurut Kasmanto, luas dan besarnya bangsa ini pastinya memiliki potensi permasalahan yang beraneka ragam. Keberadaan berbagai suku bangsa dan agama menjadikan bangsa ini bangsa yang majemuk. 

Di dalam kemajemukan ini berbagai persoalan bisa saja muncul. Persoalan ekonomi, sumberdaya manusia dan keadilan sering menjadi bahasan yang tak akan ada habisnya. 

''Keunggulan bangsa ini yakni berpijak kepada pancasila yang mana kemajemukan dalam berbagai aspek kehidupan tadi bersatu padu,'' kata dia. 

Menurutnya, melihat konflik atau gejolak di Papua, ini merupakan persoalan yang sering terjadi pasang surut. Dinamika kearifan lokal masyarakat di sana juga bisa menjadi kekuatan maupun kelemahan. Kelemahannya yakni sangat besar peluang masuknya "aktor aktor jahat" yang ingin memanfaatkan situasi terkini di wilayah Papua. 

Namun lanjut dia, sesungguhnya kekuatan yang membedakan masyarakat yang lain adalah ketokohan para kepala suku disana yang menjadi panutan masyarakat. 

''Artinya, ketika kepala suku bisa meredam masyarakatnya maka akan terciptalah kesepakatan disana. Jadi, melihat hal tersebut maka yang perlu dilakukan adalah peran aktif dari pemerintah daerah Papua, mulai dari tingkat desa sampai ketingkat provinsi,'' kata Dr Kasmanto Rinaldi SH. 

Solusi lainnya, yakni hindari pernyataan pernyataan yang sensitif terutama dari tokoh publik yang dapat memunculkan permasalahan baru. Selanjutnya, pihak TNI dan Polri diharapkan bekerja dengan maksimal dengan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif terutama dengan melakukan pendekatan kepada kepala suku yang ada di Papua.

Papua Adalah Indonesia dan Indonesia Adalah Papua

Senada juga disampaikan Syahrul Akmal Larif, Kriminolog UIR, menyikapi kondisi di Papua. Ia berharap, masyarakat Riau memberikan do'a dan harapan Papua kondusif. 

''Papua adalah saudara kami. Permasalahan ini karena informasi provokatif yang dimanfaatkan oleh mereka yang berkepentingan,'' ujar Syahrul. 

Syahrul juga meminta para diplomat duta besar di luar negeri, agar mencounter isu Papua di luar negeri. 

Selain itu, ia berharap agar aparat lebih mengedepankan langkah-langkah persuasif. 

''Kami harapkan suadara kami di luar Papua mari mendukung sebuah seruan bahwa Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Kemudian, saudara-saudara yang ada diluar negeri agar lebih aktif memberikan informasi secara kondusif,'' kata Syahrul. 

Menurut pantauan nya, ada sebanyak 5.500 berita hoax terkait Papua. Menyikapi itu, ia meminta semua pendeta, ulama, politik dan budayawan ekonom mari berikan dukungan terhadap persatuan perkumpulan di Indonesia. 

Selain itu, ada 20 negara yang merespon terkait Papua, dimana di sana merupakan daerah yang menjadi banyak sorotan mulai dari Freeport dan lain-lainnya. 

Ia berharap masyarakat atau suadara di Papua, agar sama-sama berharap konflik ini cepat selesai, dan tindakan persuasif dilakukan. 

''Mereka adalah korban penggiringan opini akibat berita hoax. Kita berharap semua euforia medsos lihat ini secara jernih sehingga tidak timbulkan konflik berkepanjangan,'' lanjut Syahrul. 

Pada prinsipnya, dari informasi berkembang di Papua sangat di sambut oleh negara berkepentingan. 

''Saya menilai dari 20 negara itu menggiring menghindari tindakan pemerintah minimalis masuknya warga asing ke Papua. Maka seharusnya, fungsi diplomat harus proaktif dengan syarat juga komunikasi ke dalam. Saya melihat belum maksimal,'' pungkas Syahrul. 

Jangan Terprovokasi Isu

Sedangkan menurut Data Wardana SSos, MIP selaku Dosen Fisip UIR mengatakan, kalau kita berbicara Papua berbicara Indonesia. 

''Sejak pembebasan Irian Barat, Papua menjadi bagian NKRI. Maka yang dialami Papua, kita juga ikut merasakan yang terjadi di Riau,'' kata dia. 

Ia mengajak, terkait Konflik di Papua, agar seluruh pemuda aktivis menahan diri jangan sebarkan berita hoax yang dapat memperkeruh suasana. 

''Tidak ada namanya intimidasi ras, suku dimana pun. Saudara kami khususnya  masyarakat Papua. Harapan kami jangan terprovokasi dengan berita tidak benar,'' harapnya. 

''Jangan mau dimanfaatkan oleh kelompok yang mencoba memecah belah bangsa Indonesia. Mari kedepankan semangat persatuan, tanpa bedakan suku bangsa dan agama. Dalam selesaikan konflik mari depankan penyelesaian secara damai, libatkan tokoh dan agama sehingga bisa diselesaikan secara damai,'' katanya. 

Pihaknya, lanjut Data Wardana, para akademisi mendukung upaya aparat menjaga Papua, ciptakan stabilitas di Papua. 

Sementara itu, Rio Tutrianto SSos M Krim mengharapkan, agar masyarakat timur di Riau kiranya jangan sampai terprovokasi dengan adanya isu yang belum tentu kebenarannya. 

Ia berharap, untuk mahasiswa di Riau khususnya mari jaga diri agar jangan sampai ada oknum yang mecah belah kita. 

Hal senada disampaikan, Nelson Novian Takurana, Mahasiswa UIR Asal Merauke. Mahasiswa semester 10 ilmu administrasi negara ini meminta agar kawan-kawan yang ada di Riau dan luar daerah, jangan mau terpecah karena isu yang belum tentu kebenarannya. 

Ia mengatakan, isu itu dimunculkan bermaksud untuk memperkeruh suasana yang bisa merusak. 

''Mari kita lawan itu. Jangan mau terpecah oleh oknum segelintir orang yang ingin memisahkan kita dari kesatuan NKRI,'' harap dia. 

Dukung Damai Papua 

Menutup pernyataan dukungan terhadap masyarakat Papua, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK mengatakan, mengajak semua kalangan agar sama-sama mendo'akan kedamaian di tanah Papua. 

''Kegiatan ini sebagai langkah kita masyarakat, para akademisi Riau mendukung kedamaian di tanah Papua,'' ujar Sunarto. 

Ia dan para akademisi serta mahasiswa Papua yang ada di Provinsi Riau, merasa tidak rela ada oknum yang berusaha memisahkan Papua dari kesatuan NKRI. 

''Selain menginginkan kedamaian di Papua, kita tidak rela upaya pihak luar ingin memisahkan Papua dari NKRI,'' ujar Sunarto. (***) 

 

Sumber : KORANMX.COM