Home Pemilu Presiden/ Legislatif 2019 Prabowo: Anggaran Indonesia Bocor 25 Persen karena Mark up Proyek

Prabowo: Anggaran Indonesia Bocor 25 Persen karena Mark up Proyek

15
Prabowo: Anggaran Indonesia Bocor 25 Persen karena Mark up Proyek

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara HUT FSPMI ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA

 

 Kamis, 7 Februari 2019 06:59 WIB

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara HUT FSPMI ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden, Prabowo Subianto, mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya. Tetapi, kata dia, kekayaan Indonesia malah banyak yang dilarikan ke luar negeri dan habis dikorupsi. Ia mencontohkan hal ini sudah dimulai sejak era kolonial Belanda, yang membawa rempah-rempah dari Indonesia ke Eropa. 

Prabowo mengatakan bila dirinya terpilih menjadi presiden, ia akan memimpin pemerintahan yang bersih dari korupsi. Serta mengelola kekayaan negara dengan baik. 

”Kita tahu betapa kaya republik kita. Kalau tidak kaya untuk apa orang asing datang ke sini. Ngapain dia ke sini kalau kita miskin. Dari dulu Belanda ke sini, mereka datang karena kekayaan kita, rempah kita, hasil bumi kita,” kata Prabowo dalam acara ulang tahun Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia, di Sports Mall, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

Kekayaan ini menurutnya harus dimanfaatkan seluruhnya oleh rakyat, dengan catatan pengelolaannya harus baik. Untuk itu, kata dia, pemerintahan harus bersih dari korupsi.

Ketua Umum Gerindra ini menceritakan penelusurannya terhadap sejarah bangsa-bangsa. Hasilnya ia tak menemukan satu pun bangsa kaya yang berhasil apabila pemerintahnya tidak pandai mengelola, bahkan korupsi merajalela.

“Karena itu supaya kekayaan ini bisa dikelola, bisa dimanfaatkan oleh rakyat banyak, kita memerlukan lembaga-lembaga yang bebas dari korupsi,” tutur dia.

Ia menaksir, sebanyak 25 persen anggaran pemerintah Indonesia bocor. Salah satunya akibat dari maraknya mark up atau penggelembungan harga yang dilakukan segelintir orang. Anggaran Indonesia, kata Prabowo, berpotensi hilang Rp 500 miliar. Dasar perhitungannya, 25 persen dari anggaran negara sekitar Rp 2.000 triliun.

“Bayangkan jembatan harganya Rp 100 miliar ditulis 150, 200, 300 miliar. Dan ini terjadi terus menerus,” kata dia. Ia mengandaikan bila anggaran yang bocor ini dipakai, bisa digunakan untuk membangun minimal 200 pabrik yang sangat penting untuk menciptakan produk-produk. Sehingga Indonesia mampu tak menggunakan barang-barang impor.

Solusinya, kata Prabowo, ia akan menaikkan gaji pegawai pemerintahan agar mereka tidak dapat disogok dan melakukan korupsi. “Dengan begitu pemerintah akan kuat, akan bersih. Kita akan kelola APBN, APBD dengan sebaik-baiknya,” pungkas dia.

 

Sumber : TEMPO.CO