Home Gubernur dan Wakil Gubernur Riau RUANG PERAWATANTAMBAHAN DISIAPKAN Antisipasi Klaster Baru Riau

RUANG PERAWATANTAMBAHAN DISIAPKAN Antisipasi Klaster Baru Riau

5
RUANG PERAWATANTAMBAHAN DISIAPKAN Antisipasi Klaster Baru Riau

 

Minggu, 11 Oktober 2020 - 08:16 WIB

 

PEKANBARU dan DUMAI (RIAUPOS.CO) –

Kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau masih saja tinggi. Hal ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memutuskan untuk menambah ruangan perawatan bagi pasien positif Covid-19 di beberapa rumah sakit. Baik milik pemerintah mau pun swasta.

 

Tren penambahan angka pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau masih terlihat, Sabtu (10/10). Kemarin terdapat penambahan 229 pasien positif. Sehingga pasien positif Covid-19 di Riau saat ini sebanyak 9.657 orang. Dari jumlah tersebut, 6.015 sudah dinyatakan sembuh dan 218 meninggal dunia. Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengatakan, kebijakan penambahan ruang perawatan juga untuk mengantisipasi terjadinya penambahan pasien positif dari klaster baru. Salah satunya yakni pelaksaaan pilkada serentak Desember mendatang.

 

"Sebagai bentuk antisipasi adanya penambahan pasien positif dari klaster baru, kami menambah kapasitas ruang perawatan pasien Covid-19 mulai dari tempat tidur, ruang ICU dan ventilator," kata Gubri Syamsuar. Lebih lanjut dikatakannya, penambahan kapasitas tersebut disiapkan di enam rumah sakit pemerintah dan swasta yang ada di Kota Pekanbaru. Total ada 137 tempat tidur yang disiapkan.

 

"Selain ada 137 tempat tidur, juga ditambah 19 ruang ICU dan 12 unit ventilator. Untuk saat ini sedang dipersiapkan oleh masing-masing rumah sakit," ujar Gubri yang juga Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau tersebut. Rumah sakit tersebut adalah RSUD Arifin Achmad Riau, RSUD Petala Bumi, RSJ Tampan, Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru, Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru, dan Rumah Sakit Awal Bros Panam Pekanbaru. RSUD Arifin Achmad Riau ditambah 50 tempar tidur, lima ruangan ICU dan lima unit ventilator.

 

Sedangkan, RSUD Petala Bumi ditambah 13 tempat tidur, dua ruang ICU dan dua ventilator. Untuk RSJ Tampan ditambah lima ruang ICU dan satu unit ventilator. "Untuk yang lain yakni Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru ditambah 47 tempat tidur dan dua ventilator. Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru ditambah satu ruang ICU. Dan Rumah Sakit Awal Bros Panam Pekanbaru ditambah 27 tempat tidur, dua ruang ICU dan dua ventilator," paparnya.

 

Selain ruang perawatan pasien Covid-19, pihaknya juga mempersiapkan dua hotel di Pekanbaru untuk isolasi mandiri pasien yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan. Dua hotel yang dipersiapkan yakni Hotel Grand Suka dan Hotel Mutiara Merdeka. "Jika ruang isolasi yang kita siapkan penuh juga, maka kita harus siap menambah hotel. Mudah-mudahan jangan sampai terpakai ruang isolasi yang sudah disiapkan itu," harapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Syamsuar juga menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 267 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 122 ASN sudah dinyatakan sembuh, dan lima meninggal dunia. Dan 140 di antaranya masih dirawat. "Sampai saat ini sudah 267 ASN di lingkungan Pemprov Riau yang terpapar Covid-19.

 

Karena itu, saat ini masih diterapkan work from home," sebutnya. Atas kondisi tersebut, Gubri meminta kepada seluruh ASN Pemprov Riau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat bekerja. Selain itu, bagi pegawai yang bepergian ke luar kota menjalankan tugas atau hal penting lainnya, disarankan saat pulang kembali lansung melakukan swab. “Apalagi kalau bepergian zona merah, maka pulangnya wajib swab. Dan kami sudah wajibkan kepada pegawai seperti itu, wajib swab,” tegasnya.

 


Dumai Tambah 23 Kasus Baru

 

Kasus positif Covid-19 di Dumai terus bertambah, bahkan pada Sabtu (10/10), ada 23 kasus baru yang muncul. Selain penambahan kasus baru, ada 12 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. "Dengan demikian, total akumulasi saat ini 923 kasus positif dengan rincian 577 orang sembuh, 327 orang dalam perawatan (303 orang isolasi mandiri, 24 orang rawat di RS) dan 19 orang meninggal dunia," ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Dumai dr Syaiful.

 

Ia meminta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker bila keluar rumah. "Covid-19 nyata ada di depan kita. Jadilah masyarakat yang bijak dan cerdas. Seluruh fakta ilmiah sangat jelas menunjukkan bahwa SARSCoV2 sebagai penyebab Covid-19 nyata adanya," terangnya. Bahkan Covid-19 sudah menyebabkan kematian pada warga yang berusia muda dan tidak memiliki penyakit pemberat sebelumnya. "Jangan percaya hanya terhadap opini yang justru menyesatkan dan merugikan kita semua," terangnya.

 

Ia mengatakan, semua orang bisa terkena Covid-19 dan anggap saja bahwa semuanya sudah terinfeksi Covid-19. "Sehingga kita tidak menularkan sakit kepada orang lain. Untuk itu, mari kita taati protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan," terangnya. Ia juga mengharapkan masya­rakat untuk menunda kegiatan apapun yang bersifat mengumpulkan massa atau menimbulkan keramaian, termasuk membatasi kegiatan penyelengaraan jenazah dan yang sejenisnya. “Saat ini kondisi ruang isolasi di RSUD Kota Dumai masih tersedia karena memang tren sembuh meningkat. Untuk itu, mari kita bersama-sama melawan Covid-19,’’ tuturnya.

Kasus Baru Timbul dari Demo Omnibus Law

Secara nasional, total sudah 328.952 orang yang tertular virus corona. Hingga, Sabtu (10/10), jumlah total kasus positif sebanyak 4.294 orang. Angka kesembuhan tercatat bertambah 3.814 orang dengan jumlah keseluruhan 251.481 orang. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Sabtu (10/10), penambahan pasien positif virus corona di Indonesia tertinggi disumbang Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.259 orang. Angka kesembuhan 1.282 orang, dan angka kematian 16 orang.

 

Di posisi kedua adalah Provinsi Jawa Tengah dengan 401 kasus baru. Sembuh 270 orang. Angka meninggal di Provinsi Jawa Tengah sebanyak sebanyak 17 orang. Selanjutnya di posisi ketiga adalah Jawa Timur dengan tambahan kasus 310 orang. Sembuh 305 orang, dan meninggal dunia 10 orang. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, aksi unjuk rasa yang terjadi Rabu (7/10) dan Kamis (8/10) menimbulkan banyak kasus positif virus corona.

 

"Ini menimbulkan banyak kasus positif," ujar Doni dalam keterangannya, Sabtu (10/10). Namun demikian, Doni tidak merinci berapa banyak kasus positif Covid-19 akibat buruh dan mashasiswa melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. Doni menambahkan, mereka yang positif Covid-19 sangat berbahaya. Karena mereka bisa saja menulari orang-orang sekitar. Sehingga hal ini perlu dijadikan catatan. "Mereka yang diminta menjalani testing kedapatan positif Covid-19 dan ini tentunya membahayakan diri mereka serta keluarga mereka kalau kembali ke rumah," katanya. Doni mengingatkan juga bahwa berbagai tindakan yang dilakukan membawa tanggung jawab bukan hanya dunia, tetapi juga di akhirat.

 

"Menurut pemahaman saya, sesuai dengan agama yang saya yakini, tindakan yang bisa membahayakan orang lain bukan hanya akan dimintai pertanggungjawaban di dunia, tetapi juga kelak di akhirat," ungkapnya. Oleh sebab itu, ke depan masyarakat yang melakukan unjuk rasa untuk memperhatikan ancaman Covid-19 yang sedang dihadapi. Penggunaan hak demokrasi jangan sampai mengorbankan keselamatan diri dan juga kesehatan keluarga di rumah.

"Saya ingin mengingatkan, status darurat kesehatan masih berlaku. Masyarakat diminta untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan agar terhindar dari Covid-19," tuturnya. "Kalau sekarang banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, secara sengaja membuat kerumunan, maka mereka bukan hanya melanggar peraturan, tetapi membahayakan diri dan juga keluarga yang mereka sayangi," tambahnya.

 

Menurut Doni, kondisi yang kita sedang hadapi belum kondusif. Semua pihak diminta untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat karena kita sedang berjuang menurunkan angka penularan dan angka kematian. Terutama para dokter sedang berjuang keras untuk menyelamatkan warga yang terinfeksi Covid-19. "Tindakan untuk menciptakan kerumunan dalam jumlah besar dan mengabaikan protokol kesehatan akan menambah beban dokter dan tenaga medis yang sudah berjuang keras menyelamatkan kesehatan masyarakat," ujarnya.(jpg/das)

 

Laporan: SOLEH SAPUTRA dan HASANAL BULKIAH (Pekanbaru dan Dumai)
Sumber: www.riaupos.jawapos.com

 

- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Jadwal Sholat & Imsakiah 1441 H
Banner Waktu Sholat dan Imsakiyah 1441 H
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan