Home Dunia Islam Saudi dan 36 Negara Dukung Tindakan China Atas Muslim Uighur

Saudi dan 36 Negara Dukung Tindakan China Atas Muslim Uighur

36
Saudi dan 36 Negara Dukung Tindakan China Atas Muslim Uighur

 

Selasa 16 Jul 2019 09:33 WIB

Saudi, Rusia, dan 35 negara lain menulis surat dukungan untuk China kepada PBB.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Arab Saudi, Rusia, dan 35 negara lain telah secara resmi menuliskan surat kepada PBB terkait kebijakan China di wilayah barat Xianjiang. Menurut salinan surat yang dipantau Reuters, surat tersebut mendukung kebijakan Cina yang sama sekali bertolak belakang dengan kritik Barat yang kuat terhadap China soal Xianjiang.

Cina dituduh menahan satu juta Muslim dan menganiaya etnis Uighur di Xianjiang. Sebelumnya sebanyak 22 duta besar menandatangani surat kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pekan ini mengkritik kebijakan China yang berdalih untuk memerangi ektremisme dan memberikan keterampilan. China menyangkal kasus pelecehan di pusat-pusat penahanan. 

Namun, surat tersebut justru memuji kebijakan China dengan menyebutkan bahwa langkah China adalah sebuah prestasi yang luar biasa di bidang hak asasi manusia.

"Menghadapi tantangan besar terorisme dan ekstremisme, Cina telah melakukan serangkaian tindakan anti-terorisme, dan deradikalisasi di Xianjiang, termasuk mendirikan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan," kata surat dari 36 negara.

Surat terebut juga berisi, bahwa keamanan telah kembali di Xianjiang dan hak asasi manusia warga dari semua kelompok etnis di wilayah itu dilindungi. Surat tersebut mengatakan, bahwa tidak ada lagi serangan teroris selama tiga tahun. Sehingga, warga menikmati rasa kebahagiaan, kepuasan, dan keamanan yang kuat.

Selain Arab Saudi dan Rusia, surat tersebut ditandatangani oleh duta besar dari banyak negara seperti Afrika, Korea Utara, Venezuela, Kuba, Belarus, Myanmar, Filipina, Suriah, Pakistan, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Beijing membantah telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia di wilayahnya. Sementara, Duta Besar China Li Song berbicara pada sesi tiga minggu Dewan Jumat pekan lalu. Ia mengatakan, China sangat menghargai dukungan yang telah diterima dari negara penandatangan.

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID,