www.luhakkepenuhan.com Perkembangan Suku di Luhak Kepenuhan

Perkembangan Suku di Luhak Kepenuhan

Berbagai suku yang ada di Luhak Kepenuhan ada 10 suku atau disebut dengan suku nan sepuluh. Adapun suku nan sepuh tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Suku Bangsawan dengan Pucuk Suku Datuk Yang Dipertuan Muda.
  2. Suku Anak Raja-raja dengan Pucuk Suku Datuk Sutan Ibrahim.
  3. Suku Nan Saratus dengan Pucuk Suku Datuk Nindo.
  4. Suku Melayu dengan Pucuk Suku Datuk Bendahara Sakti
  5. Suku Moniliang dengan Pucuk Suku Datuk Rang Kayo Maha Rajo
  6. Suku Pungkuik dengan Pucuk Suku Datuk Paduko Jolelo.
  7. Suku Kandang Kopuh dengan Pucuk Suku Datuk Bijianso.
  8. Suku Mais dengan Pucuk Suku Datuk Tumenggung.
  9. Suku Kuti dengan Pucuk Suku Datuk Majo Nando.
  10. Suku Ampu dengan Pucuk Suku Datuk Paduko Bosa.

 

Pada awalnya suku yang ada di Luhak Kepenuhan ada tujuh suku atau yang lebih dikenal dengan sebutan suku nan tujuh. yakni sebagai berikut.

  1. Suku Melayu
  2. Suku Moniliang
  3. Suku Pungkuik
  4. Suku Kandang Kopuh
  5. Suku Mais Suku Kuti
  6. Suku Ampu

 

 

Masuknya tiga suku terakhir, yaitu Suku Bangsawan, Suku Anak Raja-raja, dan Suku Nan Saratus merupakan atas kesepakatan Musyawarah Besar (Mubes) Adat pada tahun 1968. Yang menjadi alasan masuknya Suku Tiga Piak tersebut ke dalam suku di Luhak Kepenuhan sehingga disebut suku nan sepuluh, adalah karena beberapa alasan, yakni sebagai berikut.

  1. Indonesia sudah merdeka.
  2. Sistem kerajaan di wilayah Luhak Kepenuhan sudah dihapus dan diganti dengan Sistem Demokrasi.
  3. Suku ini memberikan partisipasi sebelum kemerdekaan, bahkan keberadaan mereka juga merupakan posisi yang tinggi dalam sistem pemerintahan pada waktu itu.

 

Atas dasar tiga alasan tersebut, maka Mubes Adat tahun 1968, menyatakan bahwa suku yang tergabung dalam Tiga Piak disahkan masuk dalam suku nan sepuluh sampai saat ini. Dari suku nan sepuluh, yang menjadi pemimpin tertinggi adalah Datuk Bendahara Sakti dari Suku Melayu sekaligus sebagai pemimpin tertinggi di Luhak Kepenuhan. Sedangkan yang menjadi pemimpin tertinggi pada masing-masing suku adalah Pucuk, di bawah Pucuk adalah Tungkek, di bawah Tungkek adalah Induk, di bawah Induk adalah Mato-mato Buah Poik. Namun demikian di dalam Mato Buah Poik masih ada satu lagi, yaitu Mamak Hukum.

 

Di dalam suku nan sepuluh, menurut Adat Luhak Kepenuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertama yang disebut dengan Ompek Bosa di Balai, kedua adalah yang termasuk dalam Suku Tiga Piak. Adapun yang tergolong dalam Ompek Bosa di Balaiadalah sebagai berikut.

  1. Suku Melayu
  2. Suku Moniliang
  3. Suku Pungkuik
  4. Suku Kandang Kopuh

 

Sedangkan Suku Mais, Suku Kuti, dan Suku Ampu hanya berstatus anggota dari Ompek Bosa di Balai.

Sedangkan suku yang termasuk dalam Tigo Piak adalah sebagai berikut.

  1. Suku Bangsa wan
  2. Suku Anak Raja-raja
  3. Suku Nan Saratus