www.luhakkepenuhan.com Masuk dan Berkembangnya Islam di Luhak Kepenuhan

Masuk dan Berkembangnya Islam di Luhak Kepenuhan

Semangat memperjuangkan kebenaran agama, itu pula yang merangsang kaum muslimin untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada penduduk di setiap negeri yang mereka masuki. Itu merupakan kewajiban agama bagi mereka yang kita sebut missionari.

Doktrin agama Islam pertama kali diproklamirkan kepada penduduk Arabia pada abad ke-7 oleh seorang rasul yang di bawah panji-panjinya suku-suku Arab yang bercerai berai itu berubah menjadi satu bangsa. Dengan getaran jiwa kebangsaan yang baru, semangat dan daya juang laksana kebangsaan yang baru, dan dengan semangat serta daya juang laksana kekuatan gaib menggerakkan pasukan militernya, mereka maju ke tiga benua merebut kemenangan demi kemenangan.

Syiria, Pelstina, Mesir, Afrika utara, dan Persia adalah negara-negara yang pertama-tama takluk dan sambil mendobrak ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur di India. Para pengikut nabi itu pada kira-kira seabad setelah wafatnya telah menjadi suatu imperium yang malah lebih besar dari pada Imperium Romawi pada masa puncak kejayaannya.

Meskipun pada tahun-tahun berikutnya imperium raksasa ini dan kekuatan politiknya menurun, namun kemenangan-kemenangan spritualnya tetap berlanjut tak terputus. Tatkala gelombang Mongol mambakar hangus Baghdad tahun 1258 dan menenggelamkannya dalam lautan darah sia-sia kemegahan Dinasti Abbasiyah. Ketika kaum muslimin terpukul mundur dari Cordoba oleh Ferdinand Leon dan Castile (tahun 1236) dan Granada, kubu terakhir Islam di Spanyol harus membayar upeti kepada Raja Kristen.

Pada saat degradasi politiknya, Islam telah mencapai kemenangan spiritual yang gemilang atas dua peristiwa sejarah. Orang-orang kafir barbar yang telah menginjak-injak leher para pengikut nabi, bangsa Daljuq Turki pada abad ke-11 dan bangsa Mongol pada abad ke-13, dan pada masing-masing peristiwa bangsa-bangsa penakluk tadi akhirnya tunduk menjadi pemeluk agama kaum yang ditaklukkan. Juga tanpa bantuan kekuatan temporal, para juru dakwah Islam telah membawa agamanya ke Afrika Tengah, Cina, dan Kepulauan Hindia Timur.

Dewasa ini agama Islam tersebar dari Moroko ke Zanzibar, dari Sierra Leone ke Siberia dan Cina, dari Bosnia ke Iran. Di luar batas-batas negara dan negeri Islam, seperti Cina dan Rusia, yang banyak penduduk Islam, ada juga beberapa kelompok kecil masyarakat Islam yang hidup di tengah-tengah bangsa kafir. Misalnya, kaum Muslimin yang berbahasa Polandia keturuanan Tartar di Lithuania, yang mendiami daerah Kovno, Vilno. dart Grodno. Kaum muslimin yang berbahasa Belanda di koloni Tanjung Harapan. Termasuk kuli-kuli India yang membawa agamanya ke Kepulauan Hindia Barat, Guiana Inggris, dan Belanda. Pada tahun-tahun terakhir ini juga Islam termasuk memperoleh pengikut di Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Tersebarnya agama ini ke berbagai pelosok dunia adalah karena berbagai faktor, baik sosial, politik maupun agama. Akan tetapi di samping itu satu faktor yang paling kuat dan menentukan adalah kemauan dan kegiatan yang tak kenal lelah dari para muballigh Islam yang dengan nabi sendiri sebagai contoh utamanya, telah berjuang mengajak orang-orang kafir masuk Islam.

Tugas kewajiban dakwah dalam sejarah Islam bukan sesuatu yang dipikirkan sambil lalu, melainkan sesuatu yang sejak semula diwajibkan bagi pengikut-pengikutnya. Hal ini terlihat dari ayat-ayat Al-Quran berikut ini yang dikutipkan secara kronologis sesuai dengan masa turunnya.

"Serulah (semua manusia) kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ". (16:126)

"Sesungguhnya orang-orang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu".

"Oleh karena itu serulah (mereka kepada agama) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah ikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allah akan mengumpulkan kita dan kepada-Nya lah (kita) kembali". (42:13-14)

Jadi sejak awal Islam telah merupakan agama dakwah, baik dalam teori maupun dalam praktek. Sebagaimana kehidupan Muhammad mencontohkan ajaran yang sama dan nabi sendiri bertindak selaku pemimpin dakwah Islam dalam waktu yang lama telah berhasil menarik banyak penganut dari kaum kafir. Cara-cara dakwah dengan persuasif dan lemah lembut tidak hanya dijalankan pada masa-masa dimana suasana politik tidak memungkinkan kekerasan, seperti dituduhkan oleh sebagian orang, tetapi juga benar-benar tercantum di dalam banyak ayat-ayat Al-Quran sebagai berikut.

"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu. Orang-orang yang mempunyai kemewahan (di dunia) dan berilah mereka tempo barang sebentar saja". (73:10-11)

Meskipun dapat ditarik suatu garis pemisah antara pemelukan suatu agama sebagai hasil kekerasan dan hasil dakwah dengan jalan persuasif atau damai. Namun tidaklah begitu mudah menentukan motif yang telah mendorong seseorang mengubah keyakinan agamanya atau menentukan apakah juru dakwah sepenuhnya didorong oleh perasaan cinta kasih dan oleh cita-cita yang murni.

Berdasarkan beberapa uraian di atas, kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan kedatangan Islam di Kepenuhan, sebagai salah satu negeri di Indonesia. Kedatangan agama islam ke Kepenuhan telah lama berlangsung, yaitu sejak hijrahnya salah seorang Raja Johor yang bernama Raja Purba dengan sebelas orang anak yang dibawanya. Kedatangan mereka itu pertama kalibertempat di Rantau Binuang yang diperkirakan pada abad ke-14 M.

Kedatangan mereka adalah sesuatu yang tidak disangka-sangka, kerena di wilayah Rantau Binuang sedang terjadi peperangan yang dasyat. Namun dengan ilmu dan bekal yang mereka memiliki akhirnya mereka sampai kepada siapa yang ingin mereka temui. Pada masa ini perkembangan agama Islam belurn mendapat kabar yang menggembirakan karena jumlah penduduk belum begitu banyak. Tata letak penduduk pada waktu itu berjauhan antara satu dengan yang lain dan mereka selalu berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat yang lain.

Dalam buku Sejarah Riau halaman 169 menerangkan, bahwa agama Islam masuk ke Rokan Kiri dan Rokan Kanan, yakni dari Malaka pada pertengahan Abad ke 15, pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1459-1477). Pada waktu itu sultan mengutus dua orang mubaligh bersaudara bergelar Raja Harimau dan Raja Janggut. Mereka inilah yang kemudian menyebarkandakwah Islam di kalangan penduduk setempat.

Kedatangan mereka ke daerah ini mulai dari Malaka melalui sungai Rokan ke hulunya yang sekarang terkenal dengan pelabuhan-pelabuhannya, yaitu Pelabuhan Bagan Siapi-api, Sungai Rangau, dan Muara Dilam. Sesampai di Muara Dilammereka berpisah jalan. Raja Harimau menyebarkan Islam ke hulu aliran-aliran sungai Rokan Kiri. Sedangkan Raja Janggut ke hulu sungai Rokan Kanan.

Islamisasi kedua daerah ini berjalan sendiri- sendiri. Di Rokan Kiri, Raja Harimau sebagai utusan Sultan Mansyur Syah 1 untuk mengembangkan agama Islam tidak menemukan kesulitan, seperti halnya yang terjadi di Rokan Kanan. Di Rokan Kiri, Islamisasi berjalan dengan baik, hal ini disebabkan sebagian penduduknya telah memeluk agama Islam. Sebaliknya Raja Janggut dalam usaha mengislamkan penduduk Rokan Kanan banyak mendapat rintangan dari penduduk. Sebagian dari penduduk yang tidak mau diislamkan melarikan diri ke hutan. Mereka inilah yang sekarang ini dikenal sebagai suku-suku terasing di daerah Bonai (Suku Bonai).

Ada suatu kesingkronan cerita yaitu, kedatangan Raja Harimau dan Raja Janggut utusan dari Sultan Mansyur Syah I untuk mengislamkan daerah Rokan Kiri dan Rokan Kanan. Kesingkronan tersebut juga ditunjukkan dari masyarakat Kepenuhan sangat mengenal kedua mubaligh tersebut sebagai pembawa berkah dalam proses kesukuan (lihat pasal Datuk Bendahara Sakti). Mereka ini lebih dikenal dengan nama Sutan Rimau dan Sutan Janggut.