www.luhakkepenuhan.com Tasawuf atau Terkat Naqsabandiyah

Tasawuf atau Terkat Naqsabandiyah

Budaya menuntut ilmu agama Islam di berbagai rumah suluk merupakan budaya Islam yang diyakini tempat belajar tasawuf dan tarekat. Cikal bakal tasawuf dan tarekat, benih-benih, dan dasar ajarannya sudah ada sejak dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW yang diteruskan oleh ahlil bait, para sahabat yang lain, para ahlush shunnah, para salafush shaleh, zaman tabiin, tabit tabiin sampai zaman mutakhir sekarang ini.

Secara umum pengertian suluk bagi masyarakat Rokan Hulu adalah suatu jalan mengenalkan ilmu Tarekat Naqsabandiyah, dengan secara berjemaah melakukan zikir baik zikir hasanah maupun zikir darojah. Di dalam rumah suluk akan dijumpai para sufi dan syekh-syekh mursyid dalam tarekat. Para sufi biasanya melalui jalan yang mereka tempuh, mulai dari pemula atau bidayah, pertengahan atau mutawassitah sampai tingkat akhir atau nikayah

Dalam buku yang berjudul Tasawuf dan Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof DR. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya yang ditulis oleh Prof. K.H. Djamaan Nur, menjelaskan kenyataan dalam sejarah juga menunjukkan, bahwa peran serta aktif dari para sufi dan para tuan syekh, mursyid adalah amat besar dalam dakwah Islam dan dalam pembinaan umat. Hal ini tidak hanya dalam bidang ibadah ubudiyah, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan perorangan, bermasyarakat, berbangsa, dan berne-gara. Mereka berperan aktif dalam bidang ibadah ubudiyah, dalam bidang pendidikan, dalam bidang sosial kemasyarakatan, dan dalam bidang lainnya.

Pendapat yang menyatakan bahwa tasawuf dan tarekat itu menghambat kemajuan atau menyebabkan umat menjadi terbelakang adalah sangat keliru. Tidaklah berlebihan jika motto Kabupaten Rokan Hulu disebut Negeri Seribu Suluk. Motto ini selain memiliki uraian arti dan suku kata di dalamnya juga mengambarkan semangat pemerintah dalam membangun yang mengharapkan peran aktif para sufi dan mursyidin dalam pembina umat, sehingga Kabupaten Rokan Hulu memiliki sebuah “Kebanggaan”.

Ilmu yang membahas tentang Ihsan adalah tasawuf dan tarekat. Sedangkan dalam pilar utama agama Islam ada tiga yaitu, Islam, Iman, dan Ihsan. Para ulama juga telah sepakat bahwa tasawuf termasuk bagian dari Ihsan. Ihsan adalah masalah rasa dan pengalaman seseoarang pada waktu dia beribadah kepada Allah SWT.

Menurut istilah, tasawuf dan tarekat berarti perjalanan seseorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh secara rohani, maknawi oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Allah SWT.

Guru-guru yang memberikan petunjuk dan pimpinan dinamakan mursyid. Setiap murid dibaiat atau ditalqinkan menjadi murid, berjanji mematuhi syariat dan hakikat agama Islam. Orang yang melakukan tarekat tidak dibenarkan meninggalkan syariat.

Demikianlah ringkasan tentang tasawuf dan tarekat. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca buku Tasawuf dan Tarekat Naqsabandiyah Pimpinan Prof DR. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya, tulisan Prof. KR. Djaman Nur, yang diterbitkan oleh USU Press.

Dalam buku berjudul Syekh Abdul Wahab Rokan Tuan Guru Babussalam, karangan Syekh H. Ahmad Fuad Said Abdul Wahab dijelaskan arti tharikat adalah jalan. Sedangkan menurut istilahnya adalah jalan kepada Allah dengan mengamalkan ilmu yang tiga, yaitu Ilmu Tauhid, Fikih, dan Tasawuf. Dalam buku tersebut juga dijelaskan tentang inti Naqsabandiyah menurut Syekh Najmuddin Amin Al-Kurdi dalam kitabnya berjudul Tan Winul Qulub adalah berasal dari dua kata bahasa Arab, yakni Naqsy dan Band. Naqsy artinya ukiran atau cap. Sedangkan Band artinya bendera besar.

Dinamakan dengan Tarekat Naqsabandiyah karena Syekh Muhamad Bahauddin sebagai pendiri tarekat ini senantiasa  berzikir mengingat Allah berkepanjangan sehingga lafaz jalalllahu terukir dan melekat dalam kalbunya. Ada pula yang mengatakan bahwa kata “Naqsabandi” itu adalah nama sebuah tempat di Turkistan, Uni Soviet, tempat kelahiran Syekh Muhammad Bahauddin (1314-1388 M).

Beliau mengembangkan Tarekat Naqsabandi dengan cara mengajari murid-muridnya berzikir qalbi, khalwat, suluk dan berkhatam, dan tawajjuh hingga menjadi seorang khalifah (ahli tharekat). Adapun amalan Tahrikat Naqsabandi menurut Tanwil Qulub mengandung sebelas amalan, delapan amalan berasal dari Syekh Abdul Khaliq Al-Fardjuani, dan tiga amalan dari Syekh Muhammad Bahauddin Naqsabandi. Amalan yang tiga tersebut disebut Wuquf Zainani, Wuquf Adadi dan Wuquf Qalbi.

Adapun berbagai amalan tersebut adalah:

  1. Menjaga diri dari kealpaan
  2. Saliq (orang yang sedang menjalard suluk)
  3. Berpindah dari sifat manusia kepada sifat-sifat malaikat
  4. Berkhalwat (Khalwat iahir dan Bathin)
  5. Berzikir terus menerus
  6. Merasakan rahasia tauhid
  7. Memelihara hati
  8. Tawajjuh (menghadapkan diri)
  9. Wuquf Zamani
  10. Wuquf Adadi
  11. Wuquf Qalbi.