Home Presiden dan DPR RI Tenaga Medis akan Dapat Insentif Rp5 juta-Rp15juta per Bulan

Tenaga Medis akan Dapat Insentif Rp5 juta-Rp15juta per Bulan

21
Tenaga Medis akan Dapat Insentif Rp5 juta-Rp15juta per Bulan

Presiden Joko Widodo berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

 

Senin 23 Mar 2020 10:39 WIB

Insentif akan diberikan pemerintah kepada tenaga medis di wilayah darurat corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah pusat memutuskan untuk memberi insentif bulanan bagi tenaga medis yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Insentif bulanan ini hanya diberi kepada dokter, perawat, dan tenaga medis lain di daerah yang sudah menetapkan status 'Tanggap Darurat Covid-19'. Besarannya pun bervariasi, antara Rp 5 juta sampai Rp 15 juta per bulan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, kebijakan ini sudah diperhitungkan dengan matang bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mempertimbangkan kemampuan APBN. Berdasarkan keputusan ini, maka dokter spesialis diberi insentif bulanan sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan gigi sebesar Rp 10 juta, tenaga keperawatan Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

"Dan akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta dan ini hanya berlaku bagi daerah yang telah nyatakan tanggap darurat," jelas Jokowi usai meninjau kesiapan RS darurat corona di Wisma Atlet Kemayoran, Senin (23/3).

Seruan kepedulian dari pemerintah terhadap para tenaga medis memang semakin santer terdengar. Apalagi hingga Ahad (22/3) kemarin, sedikitnya tercatat ada tiga dokter yang meninggal dunia akibat terserang virus novel corona (Covid-19) usai menangani pasien yang positif terinfeksi virus itu. Dikabarkan, tiga tenaga medis tersebut tertular Covid-19 setelah merawat pasiennya.

"Iya benar, tiga dokter yang meninggal dunia yaitu dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra," ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (23/3).

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID