Home Opini 70 Tahun Kemerdekaan, Usia yang Terbilang Tua

70 Tahun Kemerdekaan, Usia yang Terbilang Tua

45,783
70 Tahun Kemerdekaan, Usia yang Terbilang Tua

gambar: desain Ervan Saharudin

Oleh : Rijalul Husni Nasir, S.Pd

 

Mardeka...!!! Mardeka...!!! Mardeka...!!!

Senin 17 Agustus 2015 ini, genap 70  tahun sudah usia Negara yang berlambangkan Burung Garuda ini. 70 tahun bukanlah usia yang terbilang muda lagi bagi bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar didunia ini. Tatkala di analogikan kepada usia seseorang, usia 70 tahun, tidak lagi tergolong kedalam usia produktip dan usia ini sudah terbilang kedalam usia senja.

Secara umum, dalam usia ini tentunya; apabila seseorang masih bertahan hidup, kehidupan seseorang tersebut hanya sanggup untuk menikmati hari tua, menikmati hasil kerja, menikmati jerih payah dari usaha yang telah dilakukan, dan dalam usia ini pula, adalah usia menunggu, disaat-saat ajal menjemput menuju sang pencipta. Meskipun, hanya sedikit orang-orang di bumi pertiwi ini, sanggup bertahan pada usia 70 tahun ini. Namun, kesemuanya ini hanya berlaku pada makhluk, bukan tentunya pada Negara, dan ini adalah suatu rahmat yang patut kita Syukuri.

Kemerdekaan bangsa ini telah diproklamerkan. Namun, sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan yang kembali mempertanyakan apakah diusia 70 tahun kemerdekaan negara ini, betul-betul mardeka seutuhnya bagi seluruh rakyat negara ini? Dan apakah kemerdekaan ini betul-betul telah dirasakan oleh seluruh rakyat yang bersimbolkan Bhineka Tunggal Ika ini?. Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini, semestinya dipertanyakan oleh pemimpin-pemimpin di negeri ini, apakah mereka (pemimpin) telah mampu memardekakan seluruh rakyatnya?

Menurut Cholil (2013) dalam tulisanya yang berjudul “ Kemerdekaan yang Hakiki ” suatu negara dikatakan mardeka secara hakiki apabila kemerdekaan tersebut terjadi secara menyeluruh dalam semua pilar-pilarnya. Lebih jauh Ia menambahkan, kemerdekaan tidak hanya dalam kontek Negara semata, tetapi individu dan masyarakat yang menjadi pengisi sebuah negara.

Dalam kontek individu menurut Cholil, seseorang dikatakan mardeka apabila terbebasnya seseorang dari tekanan hawa nafsunya. Sementara dalam kontek masyarakat, Cholil mengatakan bahwa kemerdekaan adalah ketika mereka (masyarakat) tidak lagi menjadi pengekor pola pikir, budaya bahkah agama para penjajah. Masyarakat yang mardeka memiliki pola pikir, budaya dan agama yang khas yang membedakan mereka dari masyarakat yang lain (Amhar, 2001 dikutip dalam Cholil, 2013).

Begitu menarik tatkala menghubungkan makna kemerdekaan dalam kontek Kecamatan Kepenuhan. Apakah kemerdekaan yang hakiki telah dicapai, diraih dan dirasakan oleh masyarakat Negeri Beradat ini? sebagaimana makna kemerdekaan yang dikemukan oleh Cholil yaitu “Kemerdekaan yang terjadi secara menyeluruh dalam semua pilar-pilarnya”

Jawaban dari pertanyaan tersebut tergantung kepada kita, dan dari apa yang kita rasakan saat ini. Apakah kemerdekaan yang hakiki telah diraih, atau masih dalam perjalanan menuju tercapainya kemerdekaan yang hakiki itu atau kemerdekaan yang hakiki telah diraih. Tidak bisa dipungkiri, dalam tatanan individu; teristimewanya dalam bidang Ekonomi dengan semakin membaik dan tingginya pendapatan perkapita masyarakat, hal ini bertanda bahwa sebagian dari kita mungkin telah merasakan dan meraih kemerdekaan. Meskipun, masih banyak sebagian dari saudara kita hidup jauh dari kata kemerdekaan.

Lantas bagaimana dalam kontek bermasyarakat. Apakah Kecamatan Kepenuhan ini telah betul-betul merasakan kemerdekaan itu? Kemerdekaan dalam hal ini bisa dilihat dari tercukupinya infrakstruktur umum baik fisik dan non fisik. Seperti Jalan, RumahSakit, Listrik, Air Bersih, Sekolah, Pendidikan yang berkualitas, Layanan Masyarakat dan sebagainya.

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan