Home Presiden dan DPR RI Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi \"Micro Lockdown\"

Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi \"Micro Lockdown\"

44
Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi \"Micro Lockdown\"

 

Kompas.com - 29/04/2021, 09:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di India. Padahal, beberapa waktu lalu Negeri Anak Benua itu berhasil menurunkan laju kasus virus corona. Bahkan, kala itu Jokowi sempat menelepon Menteri Kesehatan India untuk bertanya tentang strategi pengendalian Covid-19 di negara mereka.

"Saya ingat di bulan Januari kita telepon kepada Menteri Kesehatan India, kuncinya (pengendalian Covid-19) apa? Dan beliau menyampaikan, kuncinya adalah micro lockdown," kata Jokowi saat memberikan arahan ke kepala daerah se-Indonesia, ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Strategi micro lockdown India itu lantas diadopsi Pemerintah Indonesia menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan itu diterapkan di Tanah Air sejak Januari 2021. Jokowi menyebut, India pernah berhasil menurunkan laju penularan virus menjadi 10.000 kasus Covid-19 per hari. Penurunan itu terjadi selama Oktober 2020 hingga Januari 2021.

 

Namun, kini kasus aktif Covid-19 di negara tersebut mencapai 350.000 dalam sehari. Berkaca dari hal tersebut, Jokowi meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia berhati-hati. "Hati-hati dengan perkembangan yang ada di India, dan juga tidak hanya di India, ada di Tukri, kemudian ada di Brazil, dan beberapa di Uni Eropa. Hati-hati," ucap dia.

Jokowi mengatakan, kasus aktif Covid-19 harian di Indonesia saat ini berada di angka 4.000-6.000 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Januari lalu yang mencapai 14.000-15.000 kasus aktif dalam sehari. Namun, Jokowi menyebut, saat ini beberapa daerah mulai mengalami kenaikan kasus Covid-19 seperti Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimatan Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Kepri. Ia meminta para kepala daerah di wilayah-wilayah itu terus waspada dan meningkatkan kehati-hatian. "

Sekecil apa pun kasus aktif di provinsi, di kabupaten, di kota yang bapak ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan, ikuti angka-angkanya, ikuti kurvanya, ikuti harian. Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," kata dia.

Sumber KOMPAS.com -

 
 
 

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan