Home Pilkada 2020 CSIS Nilai Pilkada Langsung Jadi Sumber Rekrutmen Nasional

CSIS Nilai Pilkada Langsung Jadi Sumber Rekrutmen Nasional

258
CSIS Nilai Pilkada Langsung Jadi Sumber Rekrutmen Nasional

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, saat ditemui seusai diskusi Darurat Pemilu 2019 di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 27 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

 

 Minggu, 8 Desember 2019 16:47 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes tidak mendukung pemilihan kepala daerah atau pilkada dikembalikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ia menjelaskan mekanisme pilkada dipilih langsung oleh rakyat justru melahirkan sejumlah hal positif.

Salah satunya, menurut Arya, 0pilkada langsung sekarang menjadi sumber rekrutmen politik untuk tingkat nasional.

Ia mencontohkan figur Joko Widodo atau Jokowi yang muncul dari pemilihan wali kota Solo bisa terus naik hingga menjadi Presiden Indonesia.

"Pak Jokowi misalnya. Dari Pilkada Solo, Jakarta, sampai jadi presiden. Lalu muncul inovator-inovator politik lokal seperti Pak Ridwan Kamil dan Bu Risma," katanya dalam diskusi "Ancaman Pilkada Tidak Langsung, Amandemen Konstitusi, dan Kembalinya Oligarki" di Hotel IBIS Tamarin, Jakarta, Ahad, 8 Desember 2019.

Selain itu, kata Arya, partisipasi pemilih dalam pilkada langsung cenderung meningkat. Pada Pilkada 2018 partisipasi pemilih mencapai 73 persen atau lebih tinggi daripada pemilihan presiden 2009 atau Pilpres 2014.

"Ada antusiasme publik. Kalau Pilkada langsung dihapuskan, maka sumber rekrutmen hilang," tuturnya.

Arya menjelaskan jika biaya yang tinggi menjadi alasan pemerintah melontarkan wacana Pilkada kembali ke DPRD maka argumennya amat lemah. Pasalnya yang salah satu yang menyebabkan biaya politik mahal adalah partai politik yang tidak transparan.

"Mahal karena memang yang menyumbangnya adalah proses pencalonan, di beberapa tempat belum transparan, masih ada mahar. Kalau partai mau membenahi dan lebih terbuka maka biaya di awal berkurang," ujarnya.

 

Sumber : TEMPO.CO,

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan