Home Bumi Melayu Minyak Mentah Dicuri Dari Sumur CPI

Minyak Mentah Dicuri Dari Sumur CPI

93
Minyak Mentah Dicuri Dari Sumur CPI

POLDA RIAU UNGKAP PENYULINGAN MINYAK HASIL CURIAN

Minyak Mentah Dicuri Dari Sumur CPI

Senin, 20 Juli 2020 - 10:01 WIB

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- POLDA Riau membongkar aktivitas pengolahan minyak bumi ilegal di Jalan Mataram, Desa Bukit Kayu Kapur, Dumai. Tak tanggung-tanggung, tempat penyulingan itu mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar maupun premium puluhan ton dalam sebulan.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pengungkapan ini dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) atas pengembangan sejumlah kasus pencurian minyak mentah atau illegal tapping milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), sejak tahun lalu. Yang mana, terungkap hasil minyak curian dijual hingga ke provinsi tetangga Sumatera Barat dan Sumatera Utara untuk diolah menjadi bahan bakar. Dari situlah diketahui bahwa di Bumi Lancang Kuning, turut terdapat pengolahan minyak bumi ilegal.

"Dari sana (pengungkapan kasus illegal tapping, red). Kami menerima informasi ada pengolahan minyak mentah di Riau. Tapi belum tahu di mana," ungkap Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampangi Wakapolda Brigjen Pol Tabana Bangun, Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, Wadirreskrimsus AKBP Fibri Karpiananto dan Kapolres Dumai AKPB Andri Ananta saat pelaksanaan konferensi pers di lokasi kejadian, Ahad (19/7).

Atas informasi itu, Ditreskrimsus melakukan penyelidikan dan berhasil menggerebek tempat penyulingan minyak mentah pada Kamis (2/7) lalu. Dalam penangkapan ini, diamankan empat tersangka berinisial AM (38), DA (58) BS (27), dan JD (46). Mereka berperan mulai dari penyuplai minyak mentah milik PT CPI, pengelola dan pengawas kegiatan penyulingan, serta pekerja.

"Semula, kami hanya menemukan satu pengolahan minyak mentah. Ternyata ada satu tempat lagi yang jaraknya berdekatan," tambah jenderal bintang dua ini.

Berdasarkan pantauan Riau Pos, lokasi pengolahan minyak mentah ilegal itu berlokasi jauh dari pusat kota, dan hanya berjarak sekitar 15 menit dari Polsek Bukit Kapur. Untuk menuju ke sana, melewati Jalan Mataram yang masih kondisi tanah, dan hanya bisa dilintasi satu mobil. Dari Jalan Lintas Duri-Dumai, lokasi ini dapat dijangkau dengan jarak lima kilometer.

Tempat penyulingan minyak mentah itu berada di area perkebunan sawit dan karet yang dikelilingi pagar seng. Di sana, terdapat kolam penampungan dengan kapasitas 50 ton, bak penampungan dari besi, belasan drum serta baby tangki untuk menampung minyak telah diolah menjadi solar maupun premium. Selain itu juga terlihat banyak tumpukan kayu dari pohon karet. Kayu-kayu inilah yang menjadi bahan bakar tungku untuk memasak minyak mentah secara tradisional.

"Jadi, di dua tempat ini ada lima tungku pembakaran dengan kapasitas 5 ton dan 7 ton," beber mantan Depti Siber Badan Intelijen Negara (BIN).

Minyak mentah yang diolah, kata Kapolda Riau, diduga berasal dari hasil illegal tapping dari PT CPI. Selain itu juga dipasok oleh tersangka AM. AM ini merupakan karyawan PT AU selaku vendor atau kontraktor yang bertugas membersihkan dan memperbaiki sumur minyak PT CPI. Namun, oleh tersangka AM sebut, mantan Dirtipideksus Bareskrim Polri, mengambil hasil pembersihan sumur berupa campuran minyak mentah dengan air dan lumpur atau fluida. Lalu, menjualnya kepada tersangka AW, selaku pemilik usaha pengolahan minyak mentah seharga Rp500 tiap liternya.

"Seharusnya, fluida hasil dari pembersihan dan perbaikan sumur minyak di kembalikan kepada PT CPI melalui gathering station," ujar alumni Akpol 1988.

Menurut pengakuan AM, ia telah melancarkan aksinya sejak awal 2020. Tiap bulannya, karyawan PT Arthindo Utama mampu menyuplai dan menjual minyak mentah kepada AW sebanyak 40-50 ton. Terakhir kali, menjual fluida tersebut pada 26 Juni lalu.

"Untuk tersangka AW ini masih dalam pengejaran. Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang, red)," sambung Kapolda Riau.

Masih kata Kapolda Riau, terhadap minyak mentah yang dibeli AW, dimasukan ke dalam kolam penampungan yang memiliki kapasitas 50 ton. Dari kolam penampungan, minyak mentah disedot dan alirkan melalui slang ke drum sebelum dimasukan ke tangki tungku pembakaran.

Dari pembakaran minyak mentah selama puluhan jam itu, menghasilkan uap yang keluar dan mengalir melalui pipa-pipa telah terpasang pada tungku pembakaran. Uap yang keluar tersebut, nantinya akan mengalami proses pendingan di kolam air, dan akhir proses pembakaran menghasilkan BBM jenis solar maupun premium.

"Dibutuhkan waktu sekitar 30 jam untuk memasak minyak mentah itu. Ada dua tangki pemasakan itu dengan kapasitas 7 ton dan 5 ton. Untuk 7 ton minyak mentah setelah proses pembakaran akan menghasilkan sekitar 5 ton solar, sedangkan yang 5 ton menghasilkan 3,5 ton solar," papar jenderal bintang dua.

Kemudian, lanjut Irjen Pol Agung, solar itu dialirkan ke tempat penampungan baby tank, dan siap untuk dipasarkan. Ketika disinggung mengenai ke mana minyak mentah hasil penyulingan itu dijual, dia menyebutkan, masyarakat yang menbutuhkan langsung datang membeli ke lokasi. Akan tetapi, hal ini masih didalami lebih lanjut.

"Ke mana solar ini jual? Mereka (tersangka, red) menyatakan yang memerlukan langsung datang ke sini membeli. Tapi ini masih kami dalami lagi. Karena tidak bisa hanya berdasarkan keterangan tersangka, mesti berdasarkan identifikasi yang lebih spesifik," imbuhnya.

Agung menyampaikan, tempat penyulingan minyak mentah ini diperkirakan telah beroperasi selama dua tahun. Hal itu, berdasarkan keterangan dari salah satu tersangka. Namun, berapa besar kerugian negara aktivitas ilegal tersebut, kata Kapolda, belum diketahui secara pasti karena belum dilakukan penghitungan. Tapi, negara sangat dirugikan, selain itu kegiatannya berbahaya karena rawan terbakar dan meledak. "Kami belum bisa menentukan kerugian secara fix. Tempat ini sudah beroperasi dua tahun, dari salah satu sumber (pemasok minyak mentah, red) mereka bisa mengolah 50 ton tiap bulan, kalikan 24 bulan. Tapi ini belum final, masih kami dalami," jelasnya.

Wadirreskrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto menambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap AW. Karena, yang bersangkutan mengetahui ke mana saja hasil pengelohan minyak mentah ilegal tersebut dijual. Ketika ditanya mengenai informasi minyak solar itu jual seharga Rp700.000 tiap drum, dia tak menampiknya.

"Kami belum mengiyakan. Karena untuk pembukuan dan bukti-bukti penjualan hasil pengelolahan, termasuk siapa saja pembeli ada di tersangka AW yang kini DPO. Doain semoga yang bersangkutan secepatnya ditangkap," katanya.

Selain menangkap empat tersangka, sebut Fibri, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa 46 ton minyak dengan rincian 14 ton minyak hasil olahan berupa solar di dalam 15 baby tank. Lalu, 12 ton minyak mentah dalam tungku masak, 13 ton di kolam penampungan dan 7 ton minyak mentah dalam bak besi. Kemudian, dua mesin hisap merek Robin, satu unit mesin donfeng, delapan mesin blower, lima tunggu pemasak minyak, dan satu unit mobil tangki.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 53 huruf a, c, Jo Pasal 54 Undang undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana. Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp60 miliar," papar mantan Kapolres Kuansing.

Manager Security Operation PT CPI Rudi Permadi mengapresiasi atas pengungkapan tempat pengolahan minyak mentah ilegal di Kota Dumai. Bahkan saat ini, kata dia, aktivitas pencurian minyak milik PT CPI sudah mengalami penurunan secara signifikan.

"Kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Pak Kapolda beserta jajaran yang berhasil mengungkap tempat penyulingan ini. Saat ini, kasus illegal tapping juga telah mengalami penurunan," sebut Rudi.

Ke depan, dirinya berharap tidak ada lagi kasus seperti ini karena dinilai sangat merugikan negara.

"Kami harapkan tidak ada lagi. Dan kasus ini dapat terungkap dengan baik," katanya.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota (Wako) Dumai, Zulkifli AS. Dia mengucapkan terima kasih kepada Polda Riau dan jajaran yang telah menjaga dan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Dumai. Terhadap kasus ini diakuinya, selaku pemilik wilayah merasa kecolongan. Untuk itu, kepada masyarakat dia meminta agar melaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Kalau ada kegiatan yang mencurigakan segara laporkan ke kepolisian. Peran serta masyarakat sangat diharapkan," imbuhnya.

Dalam perkara illegal tapping Polda Riau telah mengungkup sejumlah kasus. Di antaranya menangkap lima tersangka jaringan antarprovinsi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada April 2020. Bahkan, minyak curian itu ditampung salah satu perusahaan yang berada di Kawasan Industri Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Pencurian minyak mentah ini merugikan negara dengan perkiraan Rp 2,4 miliar. Para pelaku menjual minyak mentah hasil curian ke perusahaan penampung di kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang. Lalu, menangkap tiga orang tersangka baru sindikat illegal tapping di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/12), di mana, para tersangka berperan sebagai penampung dan pengedarkan minyak mentah hasil curian yang telah diolah.

Penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil pengembangan dari kasus pencurian minyak mentah di Bumi Lancang Kuning, beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya, mengarah ke tiga tersangka berinisial J, S dan istrinya. Di Padang, hasil minyak mentah curian  milik PT CPI ditampung para tersangka. Lalu, minyak mentah itu diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) dan turut diedarkan ke sejumlah perusahaan.

Penangkapan ketiga tersangka itu, hasil pengembangan  lima orang tersangka yang telah diringkus terlebih dulu. Mereka berinial DP, JH, AM, BS dan HU. Dari tangan tersangkan diamankan berbagai barang bukti seperti dua mobil minyak mentah dalam tangki, beragam pipa serta handphone. Terhadap DP ditangkap pada 27 Oktober 2019 berperan sebagai pencari tempat dan koordinator lapangan. JH ditangkap pada 31 Oktober yang berperan sebagai yang menyuruh melakukan pencurian minyak dan yang memberikan dana membeli alat-alat untuk melakukan pengeboran dan menjual minyak mentah. AM ditangkap pada 12 November 2019 yang berperan sebagai pembeli minyak mentah.

Kemudian, dua tersangka lainnya BS dan HU ditangkap di Rokan Hilir dalam perkara lain yang kini masih dalam penyidikan. Sementara untuk DPO itu MM yang berperan sebagai pembeli minyak mentah dan AL berperan sebagai pekerja yang melakukan penggalian dan menyalurkan minyak mentah ke mobil tangki dan dikirim ke Padang dan Palembang.  Mereka melakukan pencurian minyak mentah di lima lokasi. Pertama, di Balam KM 0 Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, tersangka (JH) berperan sebagai penyedia mobil tangki untuk mengangkut minyak mentah. Kedua, di Soe Jambon 02 Areal bekasap PT. CPI Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, tersangka (JH) berperan sebagai penjual minyak mentah. Ketiga, di KM 43 Kelurahan Minas Barat, Kecamatan Minas Kabupaten Siak, tersangka (JH) berperan sebagai penjual minyak mentah.

Keempat, di Jalan Raya Minas-Perawang KM.18 PKM 15.800 Desa Lukut Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, tersangka (JH) berperan sebagai penjual minyak mentah. Kelima di Jalan lintas Kota Garo-Gelombang PKM 21300 Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, tersangka (JH) berperan sebagai yang menyuruh melakukan pencurian minyak, yang memberikan dana membeli alat-alat untuk melakukan pengeboran dan menjual minyak mentah.

Kemudian tak berselang beberapa pekan, kembali diungkap pencurian minyak mentah di Tengganau Pinggir, Pematang dan Duri 13 PT CPI. Ini merupakan penyelidikan dan mendapati satu unit mobil truk tangki dengan nomor polisi BK 9769 CL yang diduga membawa minyak mentah hasil curian. Di dalam truk itu diamankan dua orang berinisial PS dan JN dengan peran sebagai sopir dan tauke. Lalu, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu tersangka lainnya berinisial AF berperan sebagai pengebor pipa minyak. Dari keterangan AF, dirinya baru selesai melakukan pengeboran pipa milik PT CPI di Tengganau, Kecamatan Pinggir. Di mana, sebelumnya juga telah mengebor pipa minyak di tengganau kec.pinggir bersama IJ. IJ sendiri ditangkap bersama AH dengan menyita sejumlah barang bukti berupa alat untuk mengebor pipa minyak mentah milik PT CPI.

Dalam melancar aksi, mereka bersama dengan BY dan PW dan AZ ditangkap di Kecamatan Tengganau. hasil introgasi IJ mengaku telah melakukan pencurian minyak mentah di area PT CPIsebanyak tujuh kali di antaranya dua kali di Desa Tengganau Pinggir, empat kali di Pematang Duri dan satu kali di Duri 13. Selian itu, IJ juga pernah menerima uang sebesar Rp25 juta hasil pencurian minyak dari MAN (DPO). Kemudian, AF melakukan pencurian minyak mentah sebanyak tiga kali di Tengganau Pinggir dan Pematang Duri. Lalu, AH sebanyak dual kali di Tangganau Pinggir dan Pematang Duri. Sementara itu, PW melakukan pencurian minyak mentah dua kali di wilayah Tengganau, Kecamatan Pinggir dan BY satu kali mencuri di Kecamatan Pinggir. MJ membeli minyak hitam dari duri kemudian di jual kepada PJ (DPO) di Kota medan dan pernah memberikan uang hasil penjualan minyak kepada MAN (DPO) sebesar Rp25 juta.(ted)

Laporan: RIRI RADAM (Pekanbaru)

Sumber : RIAUPOS.CO

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan