Home Opini Pandemi dan Pancasila

Pandemi dan Pancasila

58
Pandemi dan Pancasila

31 May 2021, 03:40 WIB

Hari lahir Pancasila menjadi momentum tepat bagi bangsa Indonesia untuk kembali ke jati dirinya.

USEP SETIAWAN,

Ketua Dewan Eksekutif Ikatan Kekerabatan Alumni Antropologi Universitas Padjadjaran Bandung

Pandemi Covid-19 hingga 25 Mei 2021 telah menelan 3,47 juta korban jiwa dari 167 juta jiwa yang positif di seantero dunia. Di Indonesia saja, yang positif 1,78 juta, dan 1,64 juta yang pulih kembali, serta 49.455 jiwa meninggal dunia.

Dada masih berdebar-debar menunggu dampak mudik Lebaran kemarin pada meningginya angka yang positif. Pandemi Covid-19 telah menjadi problem yang tak sekadar di bidang kesehatan. Pandemi menjadi problem multidimensi, baik sosial, ekonomi, politik, budaya, serta pertahanan dan keamanan di seluruh negara di dunia.

Era dengan kebiasaan baru atau new normal kini lazim disebutkan di semua negara. Kebiasaan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, dan menjaga jarak fisik minimal dua meter dengan orang lain sudah menjadi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19. Kebiasaan baru telah menjadi kebiasaan saja.

 
Pandemi menjadi problem multidimensi, baik sosial, ekonomi, politik, budaya, serta pertahanan dan keamanan di seluruh negara di dunia.

Kebiasaan sebagai pangkal pembentukan budaya telah didorong pandemi. Berbagai program dan kegiatan pemerintah dipaksa berubah akibat pandemi. Alokasi APBN mengalami penyesuaian gara-gara pandemi. Yang semula tak ada, kini ada dalam jumlah tak terperkirakan.

Tahun 2020, pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 677,2 triliun untuk penanganan Covid-19. Selain itu, sebesar Rp 695,2 triliun anggaran negara juga dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional. Di awal 2021, pemerintah menganggarkan penanganan Covid-19 sebesar Rp 61,84 triliun, dan bisa terus bertambah.

Negeri Pancasila

Indonesia adalah negeri Pancasila. Pandemi seperti mengingatkan bangsa Indonesia agar kembali ke semangat dasar berbangsa dan bernegara. Pancasila yang 1 Juni 2021 ini diperingati sebagai hari lahirnya, kian relevansi di tengah pandemi. Pandemi menumbuhkan Pancasila.

Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara RI kian relevan di era pandemi. Banyaknya korban yang terkena virus Covid-19 membangkitkan solidaritas sosial bangsa Indonesia. Jutaan warga merasakan dampak langsung virus ini. 

Virus Covid-19 adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Kehendak yang menguji kemanusiaan yang adil dan beradab.

Puluhan ribu orang mesti kehilangan nyawa akibat Covid-19. Jutaan lainnya kehilangan orang tua. Atau orang tua kehalingan anak akibat Covid-19. Jutaan orang kehilangan suami, istri, sahabat, teman atau kenalan akibat virus ini.

Virus Covid-19 adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Kehendak yang menguji kemanusiaan yang adil dan beradab. Ujian bagi persatuan Indonesia, juga bagi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Virus ini bahkan praktik menguji keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pandemi Covid-19 menumbuhkan semangat kebersamaan bangsa. Kita rela membatasi kegiatan di dalam masyarakat. Kita rela tak keluar rumah jika tak ada kepentingan mendesak. Kita rela bekerja dari rumah secara virtual. Bahkan, kita juga rela ketika pemerintah melarang mudik saat Lebaran. Semua kerelaan kita lakukan secara ikhlas tanpa banyak keluhan maupun tuntutan.

Pandemi telah merekatkan rasa kebersamaan. Perbedaan etnis sama sekali bukan masalah untuk menggalang kebersamaan sebagai manusia yang tengah diserang virus tak kasat mata. Virus ini bisa menyerang siapa saja, tanpa melihat etnis apa dari daerah mana. Tak ada etnis dan daerah yang kebal virus Covid-19.

Kita sebagai bangsa yang multietnis, harus kompak dalam membangun kewaspadaan komunitas kita masing-masing.

Kita sebagai bangsa yang multietnis, harus kompak dalam membangun kewaspadaan komunitas kita masing-masing. Ketahanan komunitas jadi cermin dari ketahanan pribadi dan menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan bangsa secara nasional.

Gotong-royong

Pandemi Covid-19 menjadi alarm pengingat untuk kembali pada kesejatian manusia Pancasila. Kemauan sosial bangsa Indonesia untuk mengembangkan sistem sosial, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, dan kemananan dengan spirit gotong-royong sebagai inti kesejatian itu. Virus yang tak pandang bulu menjadikan kita sadar, tanpa gotong-royong kita rentan kalah oleh serangan musuh.

Pandemi Covid-19 adalah musuh bersama manusia, sehingga harus dihadapi bersama pula. Indonesia sebagai negeri Pancasila mutlak harus kembali ke akar ideologinya. Kata Bung Karno, saripatinya Pancasila itu gotong-royong. Menghidupkan dan mengkonkretkan semangat gotong-royong adalah keharusan sejarah. Bangsa ini tak boleh egois.

Usia Pancasila yang 76 tahun, sudah cukup umur agar ia makin efektif dalam praktik. Pancasila sebagai bintang penuntun sikap dan tindakan warga negara. Wujud Pancasila banyak ragamnya. Misalnya, saling berbagi untuk meringankan beban sesama, saling menolong atas penderitaan, saling menguatkan karena yang lemah, dan sebagainya.

Hari lahir Pancasila menjadi momentum tepat bagi bangsa Indonesia untuk kembali ke jati dirinya. Jangan sia-siakan pandemi Covid-19. Bangsa gotong-royong ini harus peduli satu sama lain. Bangsa ini tak bahagia jika sesamanya menderita. Selamat hari lahir Pancasila. 

 

Sumber : Republika.co.id

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan