Home Pilkada Serentak PARA COLON PUAS DENGAN NOMORURUTNYA

PARA COLON PUAS DENGAN NOMORURUTNYA

44,303
PARA COLON PUAS DENGAN NOMORURUTNYA

PARA COLON PUAS DENGAN NOMORURUTNYA

KORAN HALUAN RIAU

RABU, 26 AGUSTUS 2015

Halaman 1 & 7

 

PARA COLON PUAS DENGAN NOMORURUTNYA

 

PEKANBABU (HR)-Proses pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015 di Riau, terus berjalan. Dari sembilan daerah yang akan melaksanakan, enam di antaranya telah melakukan pencabutan nomor unit untuk pasangan calon ke­pala daerah yang akan bersaing. Hasilnya, para calon ke­pala dan wakil kepala daerah tersebut merasa puas dengan nomor unit yang mereka ambil. Dari pantauan Haluan Riau, ada enam daerah yang telah melakukan pencabutan nomor unit pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah tersebut, Selasa (25/8) kemarin. Keenam daerah itu adalah Kabupaten Siak, Rokan Hulu, Pelalawan, Rokan Hilir, Kuantan Singingi dan Kota Dumai. Sedangkan tiga daerah lainnya,  Kabupaten Indragiri Hulu Bengkalis dan Kepulauan Meranti, baru akan melakukan pencabutan nomor unit pada hari ini (Rabu,26/8) (Selengkapnya lihal tabel, red).

 

Dan Kabupaten Siak dalam pencabutan nomor urut yang digelar di Gedung Maharatu Siak Sri Indrapura, pasangan Syamsuar-Alfedri memperoleh nomor urut 1 sedangkan pasangan Suhartono-Syahrul mendapatkan nomor urut dua. Pencabutan nomor urut tersebut dipimpin KPUD Siak, H Agus Salim, Ketika ditemui. Syamsuar mengaku dirinya merasa bersyukur mendapatkan nomor urut satur Karena sejak awal, ia dan pasangannya memang manginginkan nomor satu. "Ini sesuai dengan semangat kami untuk mengajak satukan hati. satukan suara dan lanjutkan pilih nomor satu, tidak ada pilih dua,"ujarnya. Sedangkan Suhartono mengaku tidak ada memilah dan memilih nomor urut berapa. Karena nomor urut berapa pun yang diterima semua adalah petunjuk Allah SWT. "Nomor berapa. sama saja karena itu semuanya petunjuk Allah," ujarnya.

 

Rohul

Dari Rokan hulu hasil pencabutan nomor urut yang digelar KPUD Rohul menunjukkan, pasangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi mendapatkan nomor urut 1,selanjutnya pasangan Suparman-Sukiman nomor urut 2 dan pasangan Sarifuddin Poti-Erizal mendapatkan nomor urut 3. Pencabutan nomor urut tersebut digelar di Hotel Sapadia dan dipimpin Ketua KPUD Rohul, Fahrizal.

 

Sama halnya dengan di Kabupalan Siak. Ketiga pasangan calon ternyata menyimpan arti dan maka tersendiri terhadnp nomor urut yang mereka terima. Ketiga pasang calon juga mengaku puas dengan nomor urut tersebut Seperti dituturkan Hafith Syukri. ia mengaku bersyukur mendapat nomor urut 1. Karena menurutnya nomor urut 1 melambangkan nomor terbaik Di mana mulai pendaftaran di KPUD pasanganannya tetap menjadi nomor satu.

 

Yang pertama kite bersyukur kepada Allah SWT. telah memberikan yang terbaik dengan memberikan nomor urut 1. Ini melambangkan nomor terbaik. Di mana dari urutan pertama mendaftar ke KPU, kita juga nomor urut 1, Pun pada saat pencabutan no­mor urut juga nomor urut satu. Nomor urut satu ini bagi kami nomor urut yangterbaik dan nomor urut yang akrab dengan masyarakat." ujarnya.

 

Sedangkan Suparman mengatakan nomor urut 2 melambangkan kemenangan, karena berada di tengah-tengah pasangan lainnya. Menurutnya. no­mor urut 1 dan nomor urut 3 yang ada di sampingnya akan mengantarkannya menuju kemenangan. "Kalau Allah sudah berkenan memberikan kami pilihan, maka knmi memilih nomor 2, Karena Pilkada ini tiga pasangan calon, jadi yang nomor 1 minggir dan nomor dua minggir yang tengah maju ujarnya.

 

Sedangkan Sarifuddin Poti. juga mengaku puas dengan nomor urut 3 yang diterimanya. Menurutnya, angka 3 melambangkan kepala banteng. Dan kelebihannya lagi yakni jumlahnya angka nomor tiga lebih banyak dari angka nomor urut lainnya, Pemenang dalam Pilkada ini adalah suara terbanyak. Kita mencari suara terbanyak. Artinya kalau hitung-hitungan angka, menang angka tiga. Kita kan mencari suara, Hitungan tertinggi tentu tiga," ulasnya.

 

Pelalawan

Dari Kabupaten Pelalawan, dua pasanagn yang bersaing, yakni Harris-Zardewan serta Zukri -Anas Badrun, juga telah menerima nomor urutnya. Pasangan Harris-Zardewan mendapatkan nomor urut 1 sedangkan Zukri-Anas Badrun mendapat nomor urut 2- Kedua pasangan ini juga mengaku mendapatkan nomor yang diinginkan.

 

Menurut Harris, ia sejak awal memang mengincar nomor urut 1. Karena menurutnya nomor 1 adalah angka awal dan sangat mudah diingat dan disebutkan. Menurutnya nomor urut satu akan menjadi kartu truft kemenangan Haza di Pilkada Pelalawan 9 Desember 2015 mendatang. Tidak perlu angka lain, sama halnya pada 5 tahun lalu saat saya berpasangan dengan Marwan Ibrahim Kita nomor urut 1 dan melenggang menang. Mudah-mudahan kembali menang," kata Harris.

 

Sementara Zukri, yang ditemui usai pencabutnn namor urut di Gedung Daerah Datuk Laksemanadi-raja Pangkalan Kerinci, mengaku mengejar angka 2 dengan alasan angka beruntungan. Menurutnya, angka 2 adalah angka incaran mereka dari awal Dengon filosofi angka 2 menunjukkan bahwa 2 putra asli Pelalawan Zukri -Anas Badrun siap menjadikan Kabupaten Pelalawan menjadi barameter daerah yang maju dan sejahtera di Riau.

 

Angka 2 ada hokinyat atau angka keberuntungan. Hidup ini akan mudah bila berpasangan makanya ang­ka 2 memang jadi incaran kami ujarZukri Misran.

 

Rohil

Sementara itu,suasana meriah dan semangat juga menghiasi pencabutan nomor undian untuk pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan itu dipusatkan di GOR Batu Enam dan di­pimpin langsung Ketua KPUD Rohil, Agus Salim.

 

Hasilnya, nomor urut 1 diraih pasangan H Wan Syamsiryus- Helmi Yazid, nomor urut 2 oleh pasangan Suyatno-Djamiludin, nomor urut 3 oleh pasangan Syafrudin-Mohammad Ridwan

dan nomor urut 4 diraih pasangan Herman Sani-Taem. Dalam kesempatan itu, Ketua KPUD Rohil Agus Salim menjelaskan, pengundian nomor urut merupakan tahap akhir tahapan pencalonan.

 

Kuantan Singingi

Sama saja, dari Kabupaten Kuantan Singingi, tiga pasangan calon yang akan bersaing juga merasa puas dengan nomor urut yang mereka terima. Proses pencabutan nomor undian kemarin, juga dipimpin Ketua KPUD Kuansing, Firdaus Oemar. Hasilnya, pasangan Indra Putra-Komperensi mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan nomor urut 2 didapat pasangan Mursini-Halim dan nomor urut 3 menjadi milik pasangan Mardjan Ustha-Muslini.

 

Usai kegiatan, Indra Putra mengungkapkan rasa syukurnya mendapatkan nomor urut 1. la berharap, sama dengan nomor urutnya, pasangan IKO akan terpilih menjadi Bupati Kuansing pada periode mendatang. "Ini adalah pilihan Allah SWT untuk IKO, semoga dengan pilihan yang diberikan Allah ini, Insya Allah kita menjadi nomor satu," ujamya.

 

Sementara Mursini menilai, nomor urut 2 merupakan nomor keberuntungan bagi pasangan MUDA. "Mudah-mudahan kita memperoleh keberuntungan dengan nomor dua," ujar Mursini.

 

Sedangkan Mardjan juga mengaku puas dengan nomor urut 3. Menurutnya, angka itu sudah. menunjukkan keterwakilan Kuansing, mulai dari hulu, hilir dan Singingi, semua terwakili. Angka ini juga sesuai dengan yang memerintah Kuansing, yakni tiga tungku sajorangan, ada adat, ulama dan pemerintah.

 

Kota Dumai

Dari Kota Dumai, lima pasangan calon walikota dan wakil walikota Dumai juga telah mendapatkan nomor urutnya. Pencabutan nomor urut tersebut dipimpin Ketua KPUD Dumai Darwis di Ho­tel Comfort Dumai.

 

Hasilnya, pasangan Muhammad Ihksan-Yanti Komala Sari mendapat nomor urut satu, Zulkifli As-Eko Suharjo mendapat nomor urut 2 dan nomor urut 3 didapat pasangan Amris-Sakti. Selanjutnya nomor urut 4 didapat pa­sangan Abdul Kasim-Nuraini dan nomor urut 5 oleh pasangan Agus Widayat-Maman Syafriadi.

 

Berbeda dengan daerah lain, untuk Kota Dumai ada yang disebut dengan 'nomor keramat' yakni nomor urut 3. Saat ini, nomor urut ini menjadi milik pasangan Amris-Sakti. Anggapan ini muncul, karena setelah dua kali pelaksanaan Pilkada di Kota Dumai, nomor urut 3 selalu tampil sebagai pemenang.

 

Meski memiliki nomor urut 'angka keramat', namun bagi Amris hal ter­sebut biasa saja. Karena di Pilkada Dumai terdapat lima pasangan, berarti ada nomor urut satu sampai lima. "Kebetulan saja sayadapat nomor urut tiga. Karena kan ada lima pasangan, sudah pasti ada no­mor urut tersebut," ucapnya datar.

Namun, yang jelas se-telah penetapan tersebut. masyarakat akan menjadi tahu nomor urut berapa pa­sangan yang didukungnya. "Ini memudahkan masyarakat untuk memilih calon yang mereka dukung nanti,'' tuturnya.

 

Di sisi lain, pasangan incumbent Agus Widayat dan Maman Sufriadi yang mendapat nomor buncit juga merasa senang. Nomor lima berarti ada lima pilar. Dua hal yang paling menonjol di lima pilar ter­sebut yakni Rukun Islam serta Pancasila.

 

"Rukun Islam dan Pancasila sama-sama memiliki lima bagian. Sesuai dengan misi kami yakni menjalankan roda pemerintahan dalam suasana agamis," tukasnya.

 

Pintar Memilih

Terkait ajang Pilkada itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiequrachman Ruki, menantang masyarakat Riau untuk memilih kepala daerah yang bersih dan tidak berstatus tersangka.

 

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum dalam Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum (Apgakum) untuk memberantas tindak pidana korupsi yang digelar bersama pimpinan Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PP-ATK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Ba­dan Pengawasan Keuang­an dan Pembangunan (BPKP), Selasa {25/8/2015} di Pekanbaru.

 

"Saya tantang (masyarakat) Riau. Ketika ada tersangka mencalonkan diri menjadi kepala daerah dan saudara pilih.berarti saudara sudah mau dipimpin koruptor, dan mau duitnya di-ambil olehnya," ujar Ruki.

 

Lebih lanjut Ruki menyebut agar masyarakat Riau berkaca dan belajar pengalaman sebelumnya dimana banyak kepala da­erah yang tersangkut kasus korupsi. "Apa sudah tidak ada lagi yang (calon kepala daerah) yang tidak korupsi? Apa mau lagi Gubernur ke empat (Riau) ditangkap lagi," tukasnya.

 

Masih menurut Ruki, pencalonan tersangka ko­rupsi ataupun mantan terpidana korupsi, tidak diatur secara spesifik. Yang menghambat mereka untuk maju dalam pertarungan demokrasi hanyalah status pidana yang divonis oleh hakim ketika memutus perkaranya. "Selama putusan pengadilan tidak memutuskan untuk pencabutan hak politiknya," terang Ru­ki. (tim haluan riau)

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan