Home Luhak Kepenuhan pengertian dan makna Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

pengertian dan makna Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

42,246
pengertian dan makna Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

pengertian dan makna Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

PENGERTIAN BERADAT

 

Semboyan  adalah  perkataan  alau   kalimat  pendek  yangdipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup).   inti sarisuatu  usaha  untuk  diujudkan.   Semboyan  daerah  dalambentuk   kalimat   pendek   ini   (biasanya   dalam   BahasaSanskerta atau bahasa daerah setempat) mengacu kepadasuatu    makna    tertentu    yang    memberikan    semangatsekaligus   ciri   khas  pada   daerah   tersebut.   Semboyan   juga   mampumengidentifikasi   suatu   daerah,   dalam   artian   dengan   mendengarsemboyan  maka  harapannya diketahui  kondisi  suatu  daerah  secaraumum. Bagi masyarakat Luhak Kepenuhan semboyan ini menjadi jatidiri atau martabat yang sangat dijunjung tinggi

 

Penjelasan Semboyan Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

 

  1. 1.        BERSIH

 

Masyarakat Kepenuhan mencintai kebersihan.Sebagai mana agama Islam mengajarkan kebersihan.Agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah/fisik maupun batiniah/psikis.Kebersihan lahiriah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniah.Oleh karena itu, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah tertentu harus dibersihkan terlebih dahulu aspek lahiriahnya.Ajaran Islam yang memiliki aspek akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak ada kaitan dengan seluruh kebersihan ini. Hal ini terdapat dalam tata cara ibadah secara keseluruhan. Orang yang mau shalat misalnya, diwajibkan bersih fisik dan psikisnya.Secara fisik badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih, bahkan suci.Secara psikis atau akidah harus suci juga dari perbuatan syirik.Manusia harus suci darifahsya dan munkarat.

 

Oleh karena itu, persoalannya ialah bagimana kebersihan dalam Islam dan apa konsep Islam mengkonsepsi kebersihan terlaksana dengan baik dimasyarakat. Persoalan ini diajukan karena ketika Islam memiliki ajaran kebersihan yang amat lengkap, ternyata dalam aspek perilaku masyarakat Muslim belum sebagaimana yang dikehendaki ajaran Islam itu sendiri.Maka tidak heran bila orang sering bicara tentang kebersihan di negara-negara maju yang kebetulan non-Muslim amat mengagumkan.

 

Dalam Islam, kebersihan adalah bersifat global atau luas. Artinya kebersihan itu meliputi semua aspek dalam Islam.Barangsiapa benar-benar dapat mengamalkan kebersihan yang global secara Islam ini maka oleh Allah mereka dijanjikan kemenangan baik di dunia terlebih lagi di akhirat. Kebersihan menurut Islam paling tidak ada 7 macam, yaitu :

 

v  Kebersihan Akidah.

 

Kebersihan dalam aspek ini adalah yang paling utama, yaitu kebersihan aqidah dari syirik atau kekufuran.Jangan sampai aqidah kita tidak bersih, baik kepada Zat Allah, Sifat Allah, maupun perbuatan-Nya.Seringkali kita terjebak secara tidak sadar dalam hal-hal kecil, dimana jika tidak kita pahami secara i'tiqad maka hal-hal kecil itu dapat menjerumuskan kita kepada syirik khafi (halus). Misalnya kita sering mengatakan, secara tidak sadar : "Dokter telah mengatakan bahwa hidupnya tinggal 6 bulan lagi", "Air minum ini dapat menghilangkan hausmu", atau kita sering bimbang dengan rezeki kita, padahal selama kita masih hidup Allah telah menjamin rezeki kita. Atau kita tidak yakin dengan ketentuan Allah, kita tidak ridha dengan apa yang Allah telah tentukan kepada kita.

 

v  Bersih dari sifat Mazmumah (sifat jahat dalam hati)

 

Mazmumah ada 2 jenis yaitu mazmumah atau sifat tercela terhadap Allah dan mazmumah terhadap sesama manusia, yaitu Antara penyakit hati (mazmumah ) terhadap Allah adalah : Tidak khusyuk beribadah, Lalai dari mengingat Allah,Tidak yakin dengan Allah, tidak ikhlas dengan Allah, tidak takut pada ancaman Allah, tidak harap pada rahmat Allah, tidak ridha akan takdir Allah, tidak puas dengan pemberian Allah, tidak sabar atas ujian Allah, tidak bersyukur atas nikmat Allah, tidak merasa diawasi Allah, tidak terasa kehebatan Allah, tidak rindu dan cinta dengan Allah, tidak tawakal pada Allah, tidak rindu pada syurga dan tidak takut neraka. Gila dunia, membuang waktu dengan sia-sia, penakut (takut pada selain Allah), gila pujian dan kemasyhuran.

 

Sedangkan mazmumah terhadap sesama manusia diantaranya, adalah : Benci membenci, rasa gembira kalau orang lain mendapat celaka dan rasa sedih kalau orang lain berhasil, mendoakan kejatuhan orang lain, tidak mau minta maaf dan tidak memaafkan kesalahan orang lain, bersifat dengki, dendam, kikir, buruk sangka, tidak berlapang dada, tidak memiliki sifat ketenangan diri, tidak mau tolong-menolong, tamak, dan keras hati, mementingkan dirisendiri, sombong, tidak sabar dengan manusia, memandang hinakepada orang lain.

v  Bersih dari hawa nafsu yang jahat.

 

Selain hal diatas mesti bersih dari nafsu yang jahat, sebab nafsu itu kalau kita ikuti, maka Allah akan menganggap kita bertuhan kepada nafsu. Allah berfirman:

"Tidakkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan?." di firman yang lain Allah menyebutkan "sejahat-jahat manusia adalah yang menuruti kehendak hawa nafsunya".

Nafsu adalah kehendak dalam diri manusia yang Allah ciptakan berupa fitrah.baik itu kehendak yang sesuai dengan syariat atau yang bertentangan dengan syariat. Kewajiban kita adalah membersihkan dan mendidik nafsu dari hal-hal yang melanggar syariat dengan cara melawan nafsu yang jahat diiringi dengan menyuburkan kehendak-kehendak yang sesuai dengan kehendak yang Allah ridhoi.

 

v  Perkara yang lahiriah juga mesti terbebas atau bersih dari hal-hal yang makruh terlebih lagi yang haram. yaitu kebersihan makanan, minuman, tempat tinggal, pakaian. rumah, kamar mandi lingkungan dan lain sebagainya.

 

v  Kebersihan pergaulan dari terlibat pergaulan yang makruh atapun haram. pergaulan bebas tanpa ada batasan agama dan adat istiadat.

 

 

v  Bersih di sudut ibadah. Misalnya bersih dari najis, harus bersih juga dari hadast besar dan hadast kecil. dari hal-hal yang menjijikan seperti kotoran hidung, kotoran mata, kotoran telinga. Sholat dengan pakaian bersih dan rapi.

 

v  Kebersihan akal dari ideologi

 

Zaman dahulu umat Islam tidak ada ideologi-ideologi atau isme seperti saalt ini. Ideologi adalah cara atau sistem hidup yang direka oleh manusia yang tidak ada kaitannya dengan wahyu. Bersih dari Ideologi artinya jangan kita jadikan ideologi sebagai pegangan.sebagai agama, sebagai cara hidup. Tanpa terkecuali, seperti komunis, nasionalis, kapitalis, sosialis, demokrasi dan sebagainya.Paham atau ideologi hanya pada takaran belajar, tapi jangan kita jadikan sebagai pegangan hidup.Karena hanya Islam saja merupakan sistem hidup yang diridhoi Allah.Begitu jugaekonomi kita, pendidikan kita, hendaklah bersih dari sekulerisme, dari riba, penindasan, terutama pendidikan harus bersih, sebab pendidikan merupakan corak jiwa dan kepribadian serta pendirian kita.Jangan sampai pendidikan kita bercorak sekular.

 

Jadi, kebersihan merupakan suatu yang amat fitri bagi makhluk hidup, utamanya makhluk bernyawa.Dalam ajaran Islam kebersihan saja belum cukup, tetapi harus disertai kesucian, Dalam kebersihan yang ada kalanya menggunakan istilah thaharah atau tazkiyah semuanya berkaitan dengan kebersihan dan kesucian, baik hissiyah maupun ma'nawwiyah, bahkan digunakan lafal fitrah.

 

Konsep kebersihan yang amat jami' (konprehensif) dalam Islam, belum dimaknai secara kontekstual dalam rangka membangun kebersihan dalam raga dan jiwanya. Maka dalam upaya membangun keseimbangan ini agaknya konseptualisasi kebersihan dan kesucian harus digalakkan.Konsep kebersihan tertuang diatas merupakan pijakan masyarakat Luhak Kepenuhan dalam memaknai diri menjalani kehidupan sehari-hari baik bicara kehidupan individu maupun berinteraksi dengan masyarakat.

 

  1. 2.        ELOK

 

Elok atau keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keelokan/keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus atau benar. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.Sebuah"kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman "keelokan/keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eve of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya".

Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok".apakah seeara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan. kesopanan. kharisma. integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.

 

Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Lukisan sejarah memperlihatkan berbagai standar yang berbeda untuk keelokan manusia.Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus.tubuh proporsional, dan fitur biasa. secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.

 

Keindahan yaitu merupakan sesuatu objek yang membuat orang menjadi senang ataupun bahagia, oleh karena keindahan manusia bisa tersenyum.Namun, keindahan dalam arti aristik yaitu bersifat subjektif, dalam artian suatu keindahan itu berasal dari hubungan antara pemikiran seseorang dengan sesuatu objek yang diamati.Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan objek satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi.

 

Keindahan dalam arti seni berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat objektif dan dipengaruhi unsur statis.Unsur statis merupakan ciri estetis yang melekat pada bentuk dan warna suatu benda sehingga relatif tetap dari zaman ke zaman dan di semua tempat. Ciriestetis pada keindahan dalamarti  terbatas diperoleh dari kebiasaan manusia dalam berpikir, merasa dan akhirnya mengambil sikap.

Banyak teori yang yang mengungkapkan dan menjelaskan tentang arti dari keindahan seperti teori pengungkapan yang menjelaskan keindahan adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia, teori metafisik yang menjelaskan tentang karya seni yang sering dikaitkan dengan kata keindahan adalah suatu tiruan dari keadaan dunia dan teori psikologis yang menjelaskan suatu seni adalah ekspresi dari perasaan manusia yang bersifat batin. Bentuk sikap yang muncul, misalnya senang-benci, puas-kecewa, dan sebagainya.Sikap-sikap tersebut dipengaruhi oleh kepekaan seseorang dalam melihat bentuk dan warna yang menimbulkan rasa senang.Inilah yang dimaksud keindahan dalam arti terbatas.Dalam arti luas, suatu benda atau objek tidak dikatakan indah jika objek tersebut tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

 

Demikian pula kala indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang bertaqwa kepada allah SWT, para nabi dan rasul. orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang-orang yang sholeh merupakan persahabatan yang paling indah. Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia.manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi. Dalam konsep islam, salah satu anugerah Allah SWT kepada orang-orang beriman dan bertaqwa yang ada di dunia ini adalah barang-barang perhiasan. Allah menciptakan emas dan perak untuk dijadikan perhiasan, mutiara, bahan-bahan pakaian indah yang bernilai.Dan banyak benda lainnya yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, semuanya untuk menghibur dan menyenangkan manusia.

 

Keindahan yang akan Allah anugerahkan di surga kepada makhluknya yang sesungguh-sungguhnya tulus dan ikhlas menjalani kehidupan didunia. Keindahan merupakan pemberian dari Allah SWT yang diberikan kepada manusia entah itu untuk dirasakan maupun di kagumi ciptaannya yang ada di muka bumi ini. Namun, kita hams mengagumi ciptaan Allah SWT yang begitu sempurna, yaitu dengan mengucapkan "subhanallah" jika kita melihat ciptaannya yang begitu indah. kita sebagai seorang manusia wajib mensyukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepada mahluknya yang ada di muka bumi ini.

Masyarakat Kepenuhan mempunyai sifat dan tingkah laku yang baik hati, sopan serta serasi dalam penampilan, sehingga elok dipandang mata.Selain itu mengenai berbusana masyarakat Kepenuhan berpenampilan yang sopan dan sesuai dengan tatanan agama Islam.

Islam memperkenankan kepada setiap muslim, bahkan menyuruh supaya geraknya baik. elok dipandang dan hidupnya teratur dengan rapi untuk menikmati perhiasan dan pakaian yang telah dicipta Allah.

 

Adapun tujuan pakaian dalam pandangan Islam ada dua macam; yaitu, guna menutup aurat dan berhias.Ini adalah merupakan pemberian Allah kepada umat manusia seluruhnya, di mana Allah telah menyediakan pakaian dan perhiasan, kiranya mereka mau mengaturnya sendiri. Sesuai dengan firman Allah SWT:

 

"Hal anak-cucu Adam!Sungguh Kami telah menurunkan untuk kamu pakaian yang dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan." (al-A 'raf: 26)

 

Barangsiapa yang mengabaikan salah satu dari dua perkara di atas.yaitu berpakaian untuk menutup aurat atau berhias, maka sebenarnya orang tersebut telah menyimpang dari ajaran Islam dan mengikuti jejak syaitan. Inilah rahasia dua seruan yang dicanangkan Allah kepada umat manusia, sesudah Allah mengumandangkan seruanNya yang terdahulu itu, dimana dalam dua seruanNya itu Allah melarang keras kepada mereka telanjang dan tidak mau berhias, yang justru keduanya itu hanya mengikuti jejak syaitan belaka. Untuk itulah maka Allah berfirman:

 

"Hai anak-cucu Adam!Jangan sampai kamu dupat diperdayakan oleh syaitan, sehagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari surga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya." (al-A 'raf: 27)

 

"Hai anak-cucu Adam!Pakailah perhiasanmu di tiap-tiap masjid dan makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan (boros)." (al-A rraf:3I)

 

Islam mewajibkan kepada setiap muslim supaya menutup aurat, dimana setiap manusia yang berbudaya sesuai dengan fitrahnya akan malu kalau auratnya itu terbuka. Sehingga dengan demikian berbedalah manusia dari binatang yang telanjang.Seruan Islam untuk menutupaurat ini berlaku bagi setiap manusia, kendati dia seorang diri terpencil dari masyarakat.sehingga kesopanannya itu merupakan kesopanan yang dijiwai oleh agama dan moral yang tinggi.

Hal inilah yang mendasari di Luhak Kepenuhan bahwa tidak hanya tingkah laku dan sifat yang elok tetapi dari penampilan dan busana di luhak Kepenuhan mencerminkan budaya islami yang kental.

 

  1. 3.        RAMAH

 

Tidaklah seseorang memiliki kasih sayang terhadap sesama, kecuali Allah SWT akan menghiasinya dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang berlaku bengis terhadap sesamanya, kecuali Allah akan mencabut rasa kasih sayang dari dirinya dan mencampakkannya ke tempat yang hina " (Al Hadist).

 

Diantara ciri hati yang bersih, dalam dirinya selalu tersembul rasa kasih sayang bukan saja terhadap sesama manusia tetapi juga dengan mahluk lain. Dimana saja ia berada selalu memberi rahmat bagi lingkungan disekitarnya. Ucapannya menentramkan, wajahnya menyejukkan, sikapnya menawan, kehadirannya selalu dinanti-nantikan orang. Rasulullah SAW bersabda :

 

"Orang muslim itu adalah orang yang membuat muslim yang lain terselamatkan dari kejahatan lidah dan tangannya ".

Masyarakat Kepenuhan mempunyai sifat baik hati dan menarik budi bahasanya.manis tutur kata dan sikapnya. suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan. Menghargai orang tidak peduli penduduk tempatan atau para pendatang sehingga Kepenuhan menjadi daerah yang terbuka terhadap para pendatang. Hal ini senada dengan bersabda Rasulullah SAW;

 

"Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah.Dan sebaik-haik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia."(HR Thabrani dan Daruquthni, dari Jabir RA).

 

Masyarakat Luhak Kepenuhan yang memegang teguh agama Islam dan beriman meyakini bahwa sikap keramahan itu menjadi satu hal yang mutlak harus diintegrasikan dalam diri orang yang beriman. Artinya, kualitas keimanan seseorang itu salah satunya bisa diukur dari seberapa jauh ia sebagai seorang mukmin dalam kehidupan sosialnya itu melaksanakan "keramahan” /menghargai dan menghormati.

 

Praktisnya, bila orang beriman itu hidup dalam kemajemukan, maka ia bisa menghargai dan menerima segala perbedaan. Bila ia seorang pejabat. maka ia bisa menyuarakan dan amanah pada aspirasi rakyatnya. Dan bila ia seorang pemimpin, maka la bisa menyalurkan segala energi kepemimpinannya untuk mewujudkan kemakmuran masyarakatnya.

 

Memperhatikan esensi orang beriman ini.maka kalimat berikutnya dari hadis tersebut sangat kontekstual, bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Artinya, keberadaan kita sebagai manusia (dalam posisi apapun) akan sangat ditentukan seberapa jauh kita bisa memberi manfaat bagi sekelilingnya. Kalau prinsip ini dijadikan pegangan utama bagi masyarakat Luhak Kepenuhan, dimana saat ini terlihat banyaknya etnis yang berada di Kepenuhan dan semuanya hidup damai dalam keberagaman suku dan ras.

  1. 4.      AGAMIS

 

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

 

Secara konsep ada beberapa ciri masyarakat yang agamis:

 

Taat Melaksanakan Agama

 

Taat melaksanakan ajaran agamanya, merupakan kunci tanda kehidupan beragama itu berhasil dengan baik, sebagai tanda adanya kehidupan beragama baik ditengah masyarakat, berfungsinya rumah ibadah, ramai dikunjungi, organisasi keagamaan termasuk lembaga dakwah dan pendidikan agama digemari oleh masyarakat baik formal maupun non formal, termasuk pendidikan usia dini. Kemudian juga sebagai bukti taat beragama tersebut adanya

implementasi ibadah yang kongkrit ditengah umat tersebut, seperti Potensi Zakat, Infaq serta sodaqah yang dikelola secara baik guna untuk bermanfaat bagi pembangunan umat itu sendiri. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adanya kesepakatan masyarakat menjaga tata nilai moral dengan kehidupan beragama, yang juga dinaungi dan dikawal oleh para pemimpin masyarakat dan pemerintahan.

 

 

Solidaritas

 

Semua agama mengajarkan umatnya untuk melaksanakan berbagai kebaikan, dan menjadikan kebaikan itu sebagai pahala yang baik disisi Allah Tuhan Yang Maha kuasa, kebaikan yang dilaksanakan semata mata berharap ridho Allah.Solidaritas yang dimaksudkan,adanya perilaku kebersamaan ditengah masyarakat beragama dalam melaksanakan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari, adanya rasa tanggung jawab bersama dalam mewujudkan berbagai kebaikan dalam kehidupan masyarakat tersebut.Solidaritas dalam tatanan masyarakat tersebut terlahir dengan semangat kegotong royongan, semangat saling peduli, semangat saling menghormati, serta semangat ingin menyelesaikan semua persoalan secara cepat dan secara bersama, semangat kerukunan beragama, kerukunan masyarakat dikawal dan berjalan dengan baik.Solidaritas yang terbangun oleh semangat doktrin kehidupan beragama harus menjadi bagian yang terbina dengan baik, sehingga tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat semangat persatuan yang tidak mudah terprovokasi oleh berbagai perpecahan yang merugikan kehidupan masyarakat.Penumbuhan semangat Solidaritas ditengah masyarakat dapat dimulai dari semua simpul simpul kehidupan beragama, seperti majlis ta'lim, majlis pengajian, kelompok kelompok persatuan, kelompok masyarakat dalam struktur pemerintahan (RT/RW).Semangat solidaritas terlahir juga oleh sifat dan kearifan, vvatak dan karakter kepemimpinan yang betul betul meiigayomi seluruh jenis suku masyarakat yang dipimpinnya.

 

Santun

Sebagai umat beragama maka budaya santun sudah menjadi bagian yang sangat melekat dalam masyarakat beragama dan berbudaya.Kesantunan berkerja dan berbuat, kesantunan berbicara, serta kesantunan pemimpin dan dalam mengambil kebijakan.kesantunan terhadap hak orang lain dan sesama, adalah cerminan hidup masyarakat.

Kesantunan harus tercermin dalam semua lini pelayanan publik, pasar, kantor, perhotelan, semua bentuk pelayanan jasa dan lain sebagainya. Selain itu pendidikan pada sekolah dan madrasah dapat diberikan pelajaran budi pekerti budaya melayu dalam pergaulan dan pemerintahan.

 

Menjaga Martabat

 

Martabat adalah harga diri, rasa main dan prestise masyarakat yang harus diujudkan, ditampilkan dalam masyarakat agamis.Mempertahankan harga diri memperkuat prestasi dan kompetisi yang dinamis, sehingga dikenal dan dihargai disisi Allah SWTTuhan Yang Maha kuasa serta dimata masyarakat. Menjaga Martabat yang kita maksudkan dalam berbagai aspek hidup pribadi dan kelompok masyarakat, antara lain Aspek Moral, Aspek ekonomi, aspek pendidikan, aspek sosial budaya dan sebagainya. : Menjaga martabat harus tercermin dalam kehidupan masyarakat disemua kalangan, sejak dari unsur pejabat sampai masyarakat awam. Selain tercerminnya mempertahankan martabat ditengah masyarakat, diharuskan adanya komitmen pengawalan budaya dan moral oleh pemerintah secara kongkrit dalam pelaksanaan pemerintahan.

Masyarakat Kepenuhan pemeluk Agama Islam yang sangat taat.Islam menjadi landasan kehidupan bermasyarakat.Secara aturan adat istiadat di Luhak Kepenuhan mengadopsi hukum Islam secara utuh.Hal ini dapat dilihat dalam semboyan adat bersendikan Syara', Syara' bersendikan kitabullah.

 

Luhak Kepenuhan sangat komit dan kuat pemeluk islamnya, maka di Luhak Kepenuhan telah disepakati hanya bisa mendirikan rumah ibadah muslim (islam).

 

  1. 5.      DINAMIS

 

Masyarakat Kepenuhan penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, tidak hanya terpaku dan puas dengan apa yang sudah didapat. Suka menggali potensi daerah yang ada dengan berkaca kepada kemajuan daerah-daerah lain. Setiap perkembangan yang baik cepat direspon demi kemajuan daerah.

Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang senantiasa bekerja keras dalam rangka memenuhi kebuluhannya dengan segala kekuatan yang dimilikinya.Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan yang diperlukan baik yang berhubungan dengan kepentingan individu maupun kepentingan bersama. Masyarakat yang dinamis selalu ingat akan semua nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada mcreka. Mereka menyadari bahwa hanya Allah-lah yang telah mcnyediakan segala kebutuhan hidup di dunia ini.berupa kebutuhan sandang. pangan dan kebutuhan lainnya. Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk: 15 :

 

"Dialah Dzat vang telah menyediakan untuk kamu bumi itu mudu, maka berjalanlah di segala penjurunya.Dan makanlah dari sebagian rizki-Nya.Dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali. "

 

Dalam ayat tersebut Allah mengingatkan kepada manusia akan segala nikmat yang telah mereka terima. Nikmat berupa kesempatan hidup di dunia dengan berbagai fasilitas yang ada untuk memenuhi kebutuhannya.Allah telah menjadikan bumi dengan berbagai isinya untuk kebutuhan hidup rnanusia.Allah telah memberikan karunia berupa akal dan kemampuan untuk memikirkan fenomena alam semesta.Dengan akal dan kemampuan yang telah Allah berikan kepada manusia memungkinkan mereka manipu menggali dan memanfaatkan alam beserta isinya.

Ayat tersebut di atas manusia diperintahkan untuk berjalan menjelajahi bumi, artinya bahwa bumi beserta isinya yang telah Allah ciptakan harus dijadikan sebagai lahan untuk berkarya agar dapat bermanfaat dalam hidup dan kehidupan.Hasil karya tersebut dimanfaatkan dalam meraih kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Sebab manusia hidup di dunia ini tidak boleh melupakan akan adanya kehidupan di akhirat. Kebahagiaan hidup di akherat hanya akan dapat diraih melalui jerih payahnya di dunia ini. Manusia tidak boleh melupakan dua kehidupan, baik dunia maupun akhirat.Sebagaimana firman Allah QS. Al-Qashash : 77 :

 

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kehahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan hagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, danjanganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Makna yang terkandung bahwa manusia harus sekuat tenaga meraih kebahagiaan hidup di akherat tanpa melupakan kehidupan di dunia, senantiasa berbuat baik selagi hidup di dunia dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi yang menyebabkan mereka sengsara.

 

Sebuah tatanan masyarakat yang dinamis senantiasa berusaha tanpa kenal lelah dan bekerja keras dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup mereka.Mereka selalu berusaha berkeinginan keras dalam rangka merubah nasib mereka menuju yang lebih baik.Masyarakat yang dinamis selamanya menyadari bahwa bahagia dan sengsara berada pada usaha mereka.Mereka berkeyakinan bahwa Allah tidak mungkin merubah nasib mereka, sebelum mereka berusaha merubah nasibnya semaksimal mungkin.Firman Allah QS. al-Ra'd : 11 :

 

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum (masyarakat) sampai mereka mengubah (terlebih dahulu) apa yang adapada diri mereka (sikap mental mereka)."

 

Rasulullah SAW sangat memuji kepada orang-orang yang bekerja keras, yang mau beramal serta berkarya dengan kekuatan sendiri, sebagaimana sabda beliau riwayat Al-Bazar :

"Dari Rifaah bin Rafi' Sesungguhnya Nabi ditanya : Pekerjaan apakah yang paling baik ? Jawab Nabi: pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiapjual beliyang baik (halal)."

 

Hadis di atas memberi petunjuk kepada umat Muhammad, bahwa usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan tangan dan kekuatan sendiri adalah lebih mulia dibandingkan dengan pemberian orang lain atau datang secara tiba-tiba. Rasulullah SAW juga senantiasa memuji orang-orang yang senantiasa memberi (kebaikan) kepada orang lain dari pada menerima (apalagi meminta). Sebagaimana hadis Nabi SAW riwayat Bukhari Muslim :

 

"Tangan di atas (pemberi) adalah lebih baik dari pada tangan di bawah (penerima)."

Spirit inilah yang mendorong masyarakat Luhak Kepenuhan untuk senantiasa berkarya dan berkarya melakukan perubahan baik itu pada setiap individu maupun secara bersama.Saat ini secara fisik kita telah melihat perubahan yang signifikan telah berdiri pusat-pusat pendidikan dan rumah ibadah yang megah di Kepenuhan, telah tersedianya sarana penghubung (jalan) yang layak ditempuh dari seluruh penjuru di Luhak yang semuanya menjadi simbol dinamisnya masyarakat.

 

  1. 6.      AKADEMIS

 

 

Masyarakat yang akademis adalah masyarakat yang berpikir, bekerja dan menjalankan aktivitas berlandaskan tradisi keilmuan. Pola demikian akan menghasilkan suatu perilaku yang memiliki makna akademis, seperti berpikir saintifik, bersikap ilmiah, menggunakan konsep dan teori ilmiah, melakukan analisis ilmiah, dan berpikir kritisrasional. Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat yang akademis dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba' ayat 15: 

 

Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".

 

Sebagai masyarakat yang terdidik (akademis) ada beberapa sifat mendasar yang ditunjukkan oleh masyarakat Kepenuhan pertama: diakuinya semangat pluralisme (keterbukaan terhadap dunia luar). Artinya, semangat ini telah membuka diri Luhak Kepenuhan terhadapinformasi dan perkembangan dari luar.Hal ini merupakan karunia Allah yang bertujuan mencerdaskan umat melalui perbedaan konstruktif dan dinamis.Semangat ini juga merupakan sumber dan motivator terwujudnya kreativitas yang terancam keberadaannya jika tidak terdapat perbedaan.

Kedua, adalah tingginya sikap toleransi (tasamuh). Secara sederhana toleransi dapat diartikan sebagai sikap suka mendengar dan menghargai pendapat dan pendirian orang lain. Ketiga, adalah tegaknya prinsip demokrasi atau dalam dunia Islam lebih dikenal dengan istilah musyawarah.Terlepas dari perdebatan mengenai perbedaan konsep demokrasi dengan musyawarah, arti membatasi hanya pada wilayah terminologi saja, tidak lebih.Ketiga prinsip dasar setidaknya masih bisa kita jumpai ditengah-tengah masyarakat yang akademis.

Kepenuhan terbilang dengan masyarakat yang terpelajar, hal ini dapat dibuktikan dengan berdirinya Maktab (rumah tempat mengkaji kitab kuning) pada tahun 1935 masehi oleh tuan Syekh Yahya Ansharuddin dan menjadikan Kepenuhan sebagai sentral pendidikan hingga masa penjajahan Belanda. Saat ini mayoritas masyarakat kepenuhan adalah sarjana dengan multi disiplin ilmu, hal ini sangat mendukung sebagai sumber daya dalam mengembangkan Kepenuhan.

 

 

7. TERPIMPIN

Masyarakat Kepenuhan dapat dipimpin dengan baik, hal ini terlihat dalam simbol kehidupan bermasyarakat "tigo tungku sojorangan tali bopilin tigo".ada tiga unsur yang menjadi pimpinan, pemerintah sebagai wakil negara, ada ulama yang mewakili agama dandatuk adat yang mewakili adat istiadat. Tiga unsur ini saling menguatkan sebagai panutan masyarakat, serta saling menyokong, apabila salah satunya tidak baik maka akan terjadi ketimpangan dalam masyarakat.

Dalam mengatur pelaksanaan kepemimpinan landasan yang dipakai adalah adat yang bersandikan syara' dan syara’ yang bersandikan kitabullah.Ada prinsip dasar, yaitu musyawarah, keadilan dan kebebasan berpikir.Tiga prinsip dasar ini merupakan hal yang mutlak harus dipakai landasan oleh para pemimpin Islam dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan, serta dalam rangka merumuskan langkah-langkah dan program kegiatan yang ingin dicapai.

 

Dasar musyawarah adalah prinsip pertama dalam kepemimpinan Islam. Dalam hal ini AI-Quran menyatakan dengan jelas, bahwa setiap pemimpin Islam wajib mengadakan musyawarah dengan orang yang mempunyai pengetahuan atau dengan orang yang dapat memberikan pandangan yang baik, scbagaimana firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 38:

 

"Dan   (bagi)   orang-orang   yang   menerima   (mematuhi) seruanTuhannya    dan    mendirikan    shalat,    sedang    urusan mereka(diputuskan)   dengan   musyawarah   antara   mereka;   dan merekamenafkahkan   sebagian   dari   rezki  yang   Kami   herikan kepadamereka"

 

Dasar musvawarah, maka memungkinkan masyarakat atau pengurus lembaga tersebut untuk ikut berperan dalam proses pembuatan keputusan. Disamping itu dengan adanya musyawarah (berunding) dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengawasi perilaku pemimpin agar tidak menyimpang dari tujuan umum organisasi atau lembaga tersebut.

 

Prinsip dasar yang kedua dalam kepemimpinan yang islami, adalah keadilan.Keadilan berasal dari kata "'adil " yang berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya secara proposional.Sebagai kebalikannya adalah kezaliman atau zhalim, yang berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya secara proposional.Di dalam Islam dilarang adanya kezhaliman.namun diperinlah untuk menegakkan keadilan. Keadilan adalah merupakan dasar dan menjadi basis tegaknya masyarakat Islam.Sehingga apabila dalam suatu masyarakat ataunegara apabila didalamnya dapat ditegakkan keadilan, maka negeri tersebut pasti memiliki kewibawaan, dan para pemimpinnya sangat dihormati dan dipercaya oleh masyarakat.Namun sebaliknya apabila dalam suatu negeri, hukum dan keadilan tidak bisa ditegakkan, maka terjadilah krisis kepercayaan, dimana pemerintah tidak mempunyai wibawa, dan ketaatan masyarakat menjadi luntur.

 

Sumber : Buku Adenda Luhak Kepenuhan Negeri BERADAT

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan