Home Opini Siapa yang Kita Pilih; Menunjukan Kualitas Diri Kita.

Siapa yang Kita Pilih; Menunjukan Kualitas Diri Kita.

39,913
Siapa yang Kita Pilih; Menunjukan Kualitas Diri Kita.

Siapa yang Kita Pilih; Menunjukan Kualitas Diri Kita.

Siapa yang Kita Pilih; Menunjukan Kualitas Diri Kita.

Oleh Rijalul Husni Nasir, S.Pd

 

Hore..!! tidak lama lagi masyarakat diseluruh pelosok Indonesia akan melaksanakan Pemilukada alias pemilihan umum kepala daerah untuk tingkat kabupaten dan kota yang bakal menghasilkan pemimpin-pemimpin baru dengan jiwa dan semangat yang baru pula. Tidak mau ketinggalan dengan Kabupaten dan Kota seantero bumi pertiwi ini, Kabupaten dengan julukan Negeri Seribu Suluk alias Kabupaten Rokan Hulu; juga tengah bersiap-siap untuk melaksanakan acara lima tahunan tersebut.

Antusiasme masyarakat menyambut event ini terlihat begitu berbeda dari sebelumnya, maklumlah, masyarakat sedikit demi sedikit telah mengetahui siapa sosok pemimpin yang layak untuk dijadikan Pemimpin (Imam) bagi mereka. Hal  bisa dilihat melalui kampanye-kampanye terselubung yang dilakukan para calon pemimpin. Meskipun, kampanye resmi belum ditetapkan KPU. Namun, pergerakan mereka (calon pemimpin) sudah terlihat nyata, dan secara umum telah bergerilya ditengah-tengah masyarakat dengan menjanjikan angin perubahan, mana kala ia memenangkan kompetisi tersebut.

Islam sebagai agama yang komprehensip, memberikan ruang  begitu banyak  mengenai hal pemimpin. Begitupun dalam kehidupan masyarakat melayu, pemimpin adalah suatu keharusan dalam sebuah negeri. Dalam tunjuk ajar melayu Effendy (2004) disebutkan: Bila rumah tidak bertua, celaka datang bala menimpa. Bila negeri tidak beraja, alamat hidup aniaya menganiaya. Bila tidak ada yang dituakan, banyaklah orang jadi menyenyam. Kalau tak ada yang memimpin, naas menimpa hidup pun lejin.

Salah satu alasan sederhana mengapa pemimpin dibutuhkan adalah, pemimpin adalah orang yang sangat menentukan maju dan berkembangnya suatu daerah, terlebih lagi, ditangan pemimpin pulalah maju dan berkembangnya Islam. Begitu pula sebaliknya, ditangan pemimpin pulalah mundurnya kemajuan suatu daerah dan merapuhnya sendi-sendi keislaman. Pemimpin dengan latar pendidikan yang tinggi disertai iman yang kuat, tatkala ia memimpin; kepemimpinannya akan begitu berbeda dengan mereka (Pemimpin) yang katakanlah memiliki pendidikan yang lebih rendah disertai iman yang rapuh pula.

Semakin tinggi pendidikan dan keimanaan, tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh besar terhadap propesionalisme seseorang. Propesionalisme yang baik akan memberikan hasil yang baik pula tatkala ia diberikan jabatan atau kekusaan. Sebagaimana dalam hadist nabi. Dari Abu Hurairoh, Rasullah bersabda, Jika amanah disia-siakan maka tunggulah saatnya kehancuran, Abu Hurairoh bertanya; bagaimana cara amanat disia-siakan, Rasulullah menjawab; jika suatu perkara/pekerjaan diserahkan kepada orang-orang yang tidak propesional, maka tunggulah kehancuran (HR. Bukhari).

Sebagai pemilih yang cerdas, tentu kita bertanya, siapa pemimpin yang mesti kita pilih? Apakah pemimpin yang memberikan serangan fajar berupa Amplop yang berisikan 100, 200 Ribu saat Pemilukada dilaksanakan yang kita pilih? Atau pemimpin dengan rekam jejak yang telah terbukti memberikan kemajuan? Atau pemimpin dengan sifat glamor kedunian yang hebat bakal kita imami? Atau pemimpin yang bersifat religius tinggi yang bakal kita pilih? Semuanya tergantung kepada kita pribadi, dan hal penting yang adalah siapa yang bakal kita pilih akan menentukan untuk lima tahun mendatang, dan lebih dari itu adalah siapa yang kita pilih akan menunjukan siapa diri kita sebenarnya dan seberapa besar personal quality yang kita miliki.

Semua kita adalah pemimpin. Akan tetapi tidak semua kita yang mampu menjadi pemimpin, hal ini bisa kita lihat juga tatkala pelaksanaan sholat berjamaah. Sholat berjamaah adalah miniatur pemerintahan; yang didalamnya ada Imam, dua orang persis dibelakang Imam adalah wakil Imam dan jamaah. Semua jamaah adalah pemimpin, akan tetapi tidak semua jamaah mampu menjadi Imam sholat. Islam telah menetapkan beberapa kriteria Imam (Pemimpin), hal ini tidak lain dan tidak bukan agar kekhusukan dan kesempurnaan sholat tetap terjaga. Orang yang menjadi Imam dalam suatu kaum adalah orang yang paling baik bacaan al-qurannya, bila sama-sama baik dalam bacaannya, diambillah yang paling alim dalam agamanya, bila sama-sama alim dalam agamanya, diambillah yang lebih dulu dalam hijrahnya, bila sama-sama dalam hijrahnya dipilihlah yang lebih tua usiannya. (HR. Muslim)

 

Biodata Penulis :

Nama                                    ; Rijalul Husni Nasir, S.Pd

Alamat                                  ; Kota Tengah   

Pekerjaan                           Guru Bahasa Inggris di MTSN Kota Tengah dan Mahasiswa S2 di UIN Suska Pekanbau

Jurusan                                Pendidikan Agama Islam

Konsentrasi                        Pendidikan Bahasa Inggris

- Bertanjak -
Bertanjak
- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
UMKM Negeri Beradat
UMKM Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
KAI Negeri Beradat
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Ismail Datuk Montoi
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur

POPULER

Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan